Romney janjikan pemulihan ekonomi
Selasa, 14 Agustus 2012 - 11:07 WIB
Romney janjikan pemulihan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Kandidat Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Partai Republik, Romney-Ryan kemarin berjanji untuk kembalikan kekuatan ekonomi Amerika Serikat (AS).
”Saya punya kabar baik untuk Anda dan jawabannya adalah bahwa bangsa ini akan kembali berderu,” ujar Romney saat berkampanye di North Carolina seperti dilansir AFP
Keduanya berusaha menggambarkan diri mereka sebagai jawaban terhadap ekonomi AS yang tengah berjuang mengatasi pengangguran tinggi,dan menyerang kubu Demokrat.
”Obama telah membuat AS lebih dan lebih seperti Eropa dengan pengangguran tinggi kronis, upah pertumbuhan rendah dan bencana fiskal di depan mata. Kita tetap bisa berada di jalur yang seharusnya, bukan bangsa yang ada dalam hutang, bangsa yang putus asa, negara yang penuh dengan keraguan dengan angka pengangguran tinggi,yang kekurangan dalam memberikan masa depan anakanak. Kita dapat mengubah hal ini serta mendapatkan negara ini kembali pada jalur yang benar,” beber Romney.
Keduanya akan mencoba meyakinkan pemilih di dua negara bagian kunci. Dimana, Romney dijadwalkan untuk berkampanye di Florida, sementara Ryan menuju daerah Lowa. Dua negara bagian yang dapat memutuskan hasil pemilihan presiden putaran kedua pada November mendatang melawan incumbent Presiden Barack Obama dari partai Demokrat.
Seperti dilansir AFP, penasihat senior dari tim kampanye Obama David Axelrod mengatakan pilihan untuk menempatkan Ryan berada di Partai Republik terlihat sebagai langkah berani namun berisiko karena akan membuat fokus kampanye kembali pada utang dan masalah defisit di tengah pemulihan lesu ekonomi AS.
Sementara, Ryan mengkritik Obama karena mengatakan, pemerintah lebih, peraturan lebih, janji pajak lebih banyak pada usaha kecil yang sukses.
”Jika presiden akan melakukan hal macam-macam dalam tahun-tahun pemilu, akan sulit membayangkan apa yang akan dia lakukan jika dia tidak pernah menghadapi pemilih lagi. Kau tahu apa? Kita tidak akan mencari tahu,”ujar Ryan dikutip AFP.
Dalam beberapa pekan terakhir, rating Romney telah merosot di belakang Obama dalam jajak pendapat. Hasil jajak pendapat nasional Fox News yang dirilis pada Kamis 9 Agustus lalu menempatkan Obama pada 49% dan Romney hanya 40%.
Sedangkan, jajak pendapat CNN menunjukkan Obama di peringkat 52%, sebanyak tujuh poin di atas dari mantan gubernur Massachusetts.
”Saya punya kabar baik untuk Anda dan jawabannya adalah bahwa bangsa ini akan kembali berderu,” ujar Romney saat berkampanye di North Carolina seperti dilansir AFP
Keduanya berusaha menggambarkan diri mereka sebagai jawaban terhadap ekonomi AS yang tengah berjuang mengatasi pengangguran tinggi,dan menyerang kubu Demokrat.
”Obama telah membuat AS lebih dan lebih seperti Eropa dengan pengangguran tinggi kronis, upah pertumbuhan rendah dan bencana fiskal di depan mata. Kita tetap bisa berada di jalur yang seharusnya, bukan bangsa yang ada dalam hutang, bangsa yang putus asa, negara yang penuh dengan keraguan dengan angka pengangguran tinggi,yang kekurangan dalam memberikan masa depan anakanak. Kita dapat mengubah hal ini serta mendapatkan negara ini kembali pada jalur yang benar,” beber Romney.
Keduanya akan mencoba meyakinkan pemilih di dua negara bagian kunci. Dimana, Romney dijadwalkan untuk berkampanye di Florida, sementara Ryan menuju daerah Lowa. Dua negara bagian yang dapat memutuskan hasil pemilihan presiden putaran kedua pada November mendatang melawan incumbent Presiden Barack Obama dari partai Demokrat.
Seperti dilansir AFP, penasihat senior dari tim kampanye Obama David Axelrod mengatakan pilihan untuk menempatkan Ryan berada di Partai Republik terlihat sebagai langkah berani namun berisiko karena akan membuat fokus kampanye kembali pada utang dan masalah defisit di tengah pemulihan lesu ekonomi AS.
Sementara, Ryan mengkritik Obama karena mengatakan, pemerintah lebih, peraturan lebih, janji pajak lebih banyak pada usaha kecil yang sukses.
”Jika presiden akan melakukan hal macam-macam dalam tahun-tahun pemilu, akan sulit membayangkan apa yang akan dia lakukan jika dia tidak pernah menghadapi pemilih lagi. Kau tahu apa? Kita tidak akan mencari tahu,”ujar Ryan dikutip AFP.
Dalam beberapa pekan terakhir, rating Romney telah merosot di belakang Obama dalam jajak pendapat. Hasil jajak pendapat nasional Fox News yang dirilis pada Kamis 9 Agustus lalu menempatkan Obama pada 49% dan Romney hanya 40%.
Sedangkan, jajak pendapat CNN menunjukkan Obama di peringkat 52%, sebanyak tujuh poin di atas dari mantan gubernur Massachusetts.
()