Indonesia diminta putus diplomatik dengan Myanmar
Senin, 13 Agustus 2012 - 16:22 WIB
Indonesia diminta putus diplomatik dengan Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia didesak untuk mengambil sikap tegas terhadap Pemerintah Myanmar untuk menyikapi penderitaan etnis Rohingya yang dizalimi. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Myanmar diminta untuk segera dihentikan sekarang.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok Suparyono. Menurutnya, pemerintah khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)harus lebih tegas menghadapi Pemerintah Myanmar, tak cukup hanya sekedar mengirim surat resmi.
“Pemerintah Indonesia diharapkan lebih perhatian lagi, kalau dari PKS sudah ada tekanan dari DPP, dan responnya lumayan baru. Jika sekedar kirim surat resmi kepada Pemerintah Myanmar, bagi saya, itu tak akan berpengaruh banyak,” paparnya kepada wartawan, Senin (13/08/12).
Suparyono menilai Indonesia harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Hal itu sama saja dengan sikap pemerintah selama ini yang tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
“Pak SBY harus putuskan hubungan diplomatik, sekeras itu, kalau dengan Israel kita tidak buka hubungan diplomatik, apa bedanya dengan ini. Sebagai sebuah peringatan keras, jangan cuma kutuk saja, karena mereka tidak mempan dikutuk,” tegasnya.
Bahkan Suparyono mengajak seluruh negara Melayu untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Myanmar. Jika sudah, kata dia, warga Myanmar non muslim di Indonesia harus dipulangkan.
“Kalau perlu semua negara melayu embargo semua, tidak usah buka hubungan diplomatik, tidak buka hubungan perdagangan, biar saja urus sendiri, putuskan hubungan dagang seperti Brunei dan Malaysia.
Sesuai pembukaan UUD 1945, kemerdekaan hak segala bangsa. Bagi warga Myanmar non muslim di Indonesia harus dipulangkan, putuskan diplomatik, untuk apa mereka disini. Kalau perlu usir, bukan sekedar dipulangkan,” tukasnya.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok Suparyono. Menurutnya, pemerintah khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)harus lebih tegas menghadapi Pemerintah Myanmar, tak cukup hanya sekedar mengirim surat resmi.
“Pemerintah Indonesia diharapkan lebih perhatian lagi, kalau dari PKS sudah ada tekanan dari DPP, dan responnya lumayan baru. Jika sekedar kirim surat resmi kepada Pemerintah Myanmar, bagi saya, itu tak akan berpengaruh banyak,” paparnya kepada wartawan, Senin (13/08/12).
Suparyono menilai Indonesia harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar. Hal itu sama saja dengan sikap pemerintah selama ini yang tak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
“Pak SBY harus putuskan hubungan diplomatik, sekeras itu, kalau dengan Israel kita tidak buka hubungan diplomatik, apa bedanya dengan ini. Sebagai sebuah peringatan keras, jangan cuma kutuk saja, karena mereka tidak mempan dikutuk,” tegasnya.
Bahkan Suparyono mengajak seluruh negara Melayu untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Myanmar. Jika sudah, kata dia, warga Myanmar non muslim di Indonesia harus dipulangkan.
“Kalau perlu semua negara melayu embargo semua, tidak usah buka hubungan diplomatik, tidak buka hubungan perdagangan, biar saja urus sendiri, putuskan hubungan dagang seperti Brunei dan Malaysia.
Sesuai pembukaan UUD 1945, kemerdekaan hak segala bangsa. Bagi warga Myanmar non muslim di Indonesia harus dipulangkan, putuskan diplomatik, untuk apa mereka disini. Kalau perlu usir, bukan sekedar dipulangkan,” tukasnya.
()