Hamas tuntut Mesir buka perbatasan Gaza
Senin, 13 Agustus 2012 - 14:11 WIB
Hamas tuntut Mesir buka perbatasan Gaza
A
A
A
Sindonews.com - Penguasa Hamas di jalur Gaza meminta Pemerintah Mesir membuka kembali lokasi penyeberangan, khusus untuk warga Gaza yang hendak melakukan perjalanan keluar dari wilayah Palestina.
Seperti dberitakan dalam Xinhua, Senin (13/8/2012) Kementrian Dalam Negeri Hamas, mengatakan, pihak berwenang Mesir harus mengizinkan para wisatawan yang hendak melintasi wilayah perbatasan Rafah.
Hamas melaporkan, penutupan wilayah perbatasan ini telah mengangu ribuan orang yang ingin berpergian unutk tujuan medis, pendidikan dan bisnis. Sebab wilayah perbatasan Rafah adalah pintu keluar masuk utama bagi warga Gaza.
Keputusan Pemerintah Mesir menutup perbatasan Rafah dilakukan paska tewasnya 16 militer Mesir akibat serangan sekelompok pria bersenjata di perbatasan utara Sinai. Lokasi kejadian itu berbatasan langsung dengan jalur Gaza.
Setelah aksi penyerangan ini, kawanan pria bersenjata kembali menyerang jalur masuk ke Israel. Akibatnya, militer Isreal mulai melancarkan serangan kepada kelompok militan yang mencuri senjataan lapis baja milik tentara Mesir.
Sementara itu, media Israel dan Mesir memberitakan, warga Gaza berpartisipasi dalam serangan itu. Namun, Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza membantah keterlibatan apapun. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Demi memberi jaminan ke Kairo, Hamas memutuskan menutup terowongan di wilayah perbatasan Gaza bagian selatan yang berbatasan dengan Mesir.
Seperti dberitakan dalam Xinhua, Senin (13/8/2012) Kementrian Dalam Negeri Hamas, mengatakan, pihak berwenang Mesir harus mengizinkan para wisatawan yang hendak melintasi wilayah perbatasan Rafah.
Hamas melaporkan, penutupan wilayah perbatasan ini telah mengangu ribuan orang yang ingin berpergian unutk tujuan medis, pendidikan dan bisnis. Sebab wilayah perbatasan Rafah adalah pintu keluar masuk utama bagi warga Gaza.
Keputusan Pemerintah Mesir menutup perbatasan Rafah dilakukan paska tewasnya 16 militer Mesir akibat serangan sekelompok pria bersenjata di perbatasan utara Sinai. Lokasi kejadian itu berbatasan langsung dengan jalur Gaza.
Setelah aksi penyerangan ini, kawanan pria bersenjata kembali menyerang jalur masuk ke Israel. Akibatnya, militer Isreal mulai melancarkan serangan kepada kelompok militan yang mencuri senjataan lapis baja milik tentara Mesir.
Sementara itu, media Israel dan Mesir memberitakan, warga Gaza berpartisipasi dalam serangan itu. Namun, Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza membantah keterlibatan apapun. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Demi memberi jaminan ke Kairo, Hamas memutuskan menutup terowongan di wilayah perbatasan Gaza bagian selatan yang berbatasan dengan Mesir.
()