Presiden Filipina kunjungi korban banjir
Kamis, 09 Agustus 2012 - 13:35 WIB
Presiden Filipina kunjungi korban banjir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Filipina Benigno Aquino mendatangi sejumlah lokasi pengungsian korban banjir di Manila. Aquino datang untuk memberikan dukungan moril kepada rakyatnya yang telah mengungsi sejak sepekan lalu.
"Anda semua tidak sendiri menghadapi musibah ini," ungkap Aquino seperti diberitakan Inquirer.net, Kamis (9/8/2012).
Aquino meminta para pengungsi bersabar dengan derita banjir yang sedang dialami mereka dalam sepekan ini. Dia mengatakan, pemerintah Filipina sedang merancang sebuah proyek penanggulangan banjir.
Proyek ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, namun memakan waktu beberapa tahun ke depan. "Setelah proyek itu selesai mungkin kita baru bisa keluar dari masalah banjir ini," ungkap Aquino.
Sepanjang hari kemarin, Aquino mengunjungi korban banjir di pengungsian. Pagi hari Aquino datang bersama pengawal dan adiknya Kris Aquino dengan mengunakan sebuah truk milik Angkatan Darat ke Sekolah Dasar Tunasan, Kota Muntinlupa.
Kepada Aquino, seorang staf Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina di pengungsian mengatakan, sebanyak 600 keluarga mengungsi di SD Tunasan. Mereka membutuhkan makan, air bersih dan sejumlah perlengkapan sehari-hari lainya.
"Anda semua tidak sendiri menghadapi musibah ini," ungkap Aquino seperti diberitakan Inquirer.net, Kamis (9/8/2012).
Aquino meminta para pengungsi bersabar dengan derita banjir yang sedang dialami mereka dalam sepekan ini. Dia mengatakan, pemerintah Filipina sedang merancang sebuah proyek penanggulangan banjir.
Proyek ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, namun memakan waktu beberapa tahun ke depan. "Setelah proyek itu selesai mungkin kita baru bisa keluar dari masalah banjir ini," ungkap Aquino.
Sepanjang hari kemarin, Aquino mengunjungi korban banjir di pengungsian. Pagi hari Aquino datang bersama pengawal dan adiknya Kris Aquino dengan mengunakan sebuah truk milik Angkatan Darat ke Sekolah Dasar Tunasan, Kota Muntinlupa.
Kepada Aquino, seorang staf Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina di pengungsian mengatakan, sebanyak 600 keluarga mengungsi di SD Tunasan. Mereka membutuhkan makan, air bersih dan sejumlah perlengkapan sehari-hari lainya.
()