Pemberontak Moro umumkan perang pada militer Filipina
Rabu, 08 Agustus 2012 - 13:42 WIB
Pemberontak Moro umumkan perang pada militer Filipina
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak Moro mengumumkan perang terhadap militer Filipina setelah terlibat kontaks senjata. Kelompok pemberontak ini merupakan pecahan pemberontak muslim di Mindanao.
Penasihat spritual dan Pemimpin Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsa Moro (Bangsamoro Islamic Freedom Fighters/BIFF) Hibiallo Cobais menegaskan untuk berperang dengan militer Filipina setelah terlibat kontak senjata.
"Kami menyatakan perang terhadap militer Filipina," ungkap perwakilan BIFF dan Ameril Umbra Kato, seperti disiarkan radio lokal Filipina, Rabu (8/8/2012).
Cobais menjelaskan, pasukan BIFF tidak akan menargetkan warga sipil dalam perang ini. Karena BIFF telah diminta mengihindari warga sipil, khususnya anak-anak.
"Mengapa kami berperang di bulan Ramadan? Sebab memasuki hari ke tujuh puasa Nabi Muhammad juga melakukan perang pada masanya. Dan apa yang kami lakukan berkaitan dengan ajaran islam," imbuh salah seorang anggota BIFF.
Saat ini, 100 orang bersenjata pengikut komandan Randy Karon dari Moro National Liberation Front di Maguindanao telah bergabung dengan kelompok BIFF yang bermarkas di kawasan pegunungan Datu Unsay.
Setelah perang pecah beberapa hari lalu, militer Filipina terus melancarkan serangan kepada pemberontak dengan menembakan meriam.
Seperti diberitakan Inquerernews, Selasa 7 Agustus kemarin, pemberontak Moro dilaporkan telah menyerang lima pos militer di Maguindanao dan Cotabato Utara. Akibat serangan ini, dua tentara Filipina dan dua penduduk sipil dilaporkan tewas dalam serangan itu.
Sementara Asisten sekertaris kesejahteraan sosial dan pembangunan Muslim Mindanao (DSWD-ARMM) Pombaen Kader mengutarakan, akibat pemberontakan ini, sebanyak 26 ribu penduduk telah mengungsi. Sebagian besar pengungsi sebelumnya bermukim di wilayah Datu Saudi Ampatuan, Shariff Aguak, Ampatuan, Guindulungan, Datu Unsay, Datu Abdulah Sangki, dan Datu Piang.
Penasihat spritual dan Pemimpin Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsa Moro (Bangsamoro Islamic Freedom Fighters/BIFF) Hibiallo Cobais menegaskan untuk berperang dengan militer Filipina setelah terlibat kontak senjata.
"Kami menyatakan perang terhadap militer Filipina," ungkap perwakilan BIFF dan Ameril Umbra Kato, seperti disiarkan radio lokal Filipina, Rabu (8/8/2012).
Cobais menjelaskan, pasukan BIFF tidak akan menargetkan warga sipil dalam perang ini. Karena BIFF telah diminta mengihindari warga sipil, khususnya anak-anak.
"Mengapa kami berperang di bulan Ramadan? Sebab memasuki hari ke tujuh puasa Nabi Muhammad juga melakukan perang pada masanya. Dan apa yang kami lakukan berkaitan dengan ajaran islam," imbuh salah seorang anggota BIFF.
Saat ini, 100 orang bersenjata pengikut komandan Randy Karon dari Moro National Liberation Front di Maguindanao telah bergabung dengan kelompok BIFF yang bermarkas di kawasan pegunungan Datu Unsay.
Setelah perang pecah beberapa hari lalu, militer Filipina terus melancarkan serangan kepada pemberontak dengan menembakan meriam.
Seperti diberitakan Inquerernews, Selasa 7 Agustus kemarin, pemberontak Moro dilaporkan telah menyerang lima pos militer di Maguindanao dan Cotabato Utara. Akibat serangan ini, dua tentara Filipina dan dua penduduk sipil dilaporkan tewas dalam serangan itu.
Sementara Asisten sekertaris kesejahteraan sosial dan pembangunan Muslim Mindanao (DSWD-ARMM) Pombaen Kader mengutarakan, akibat pemberontakan ini, sebanyak 26 ribu penduduk telah mengungsi. Sebagian besar pengungsi sebelumnya bermukim di wilayah Datu Saudi Ampatuan, Shariff Aguak, Ampatuan, Guindulungan, Datu Unsay, Datu Abdulah Sangki, dan Datu Piang.
()