Demokrasi, solusi bagi perang Suriah
Selasa, 07 Agustus 2012 - 15:22 WIB
Demokrasi, solusi bagi perang Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC) Saeed Jalili mengatakan demokrasi adalah solusi tunggal atas perang Suriah. Konflik yang melanda negeri itu tak kunjung terselesaikan hingga saat ini.
“Pengiriman senjata ke Suriah hanya akan menyebabkan pertumpahan darah. Gencatan senjata tidak akan menyelesaikan krisis di negeri itu,” jelas Jalili selama menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Adnan Mansour di ibu kota Libanon, Beirut, seperti dikutip Presstv, Selasa (7/8/2012).
Selain itu, Jalili juga memperingatkan kepada sejumlah negara yang terus mengirimkan bantuan senjata kepada kelompok pemberontak. Pengiriman senjata ke Suriah merupakan kesalahan krusial. Tindakan justru akan membuat situasi di Timur Tengah semakin tidak stabil.
"Kami percaya negara yang mendukung Suriah akan membantu mengakhir kekerasan, meluncurkan dialog nasional, mengelar pemilihan umum, dan mengirimkan bantuan kemanusiaan," ungkap Jalili.
Menurut Jalili, saat ini Amerika Serikat (AS) dan Isreal terus berupaya mengalihkan perhatian publik dari masalah internal yang dihadapi kelompok pemberontak di Suriah.
“Pengiriman senjata ke Suriah hanya akan menyebabkan pertumpahan darah. Gencatan senjata tidak akan menyelesaikan krisis di negeri itu,” jelas Jalili selama menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Adnan Mansour di ibu kota Libanon, Beirut, seperti dikutip Presstv, Selasa (7/8/2012).
Selain itu, Jalili juga memperingatkan kepada sejumlah negara yang terus mengirimkan bantuan senjata kepada kelompok pemberontak. Pengiriman senjata ke Suriah merupakan kesalahan krusial. Tindakan justru akan membuat situasi di Timur Tengah semakin tidak stabil.
"Kami percaya negara yang mendukung Suriah akan membantu mengakhir kekerasan, meluncurkan dialog nasional, mengelar pemilihan umum, dan mengirimkan bantuan kemanusiaan," ungkap Jalili.
Menurut Jalili, saat ini Amerika Serikat (AS) dan Isreal terus berupaya mengalihkan perhatian publik dari masalah internal yang dihadapi kelompok pemberontak di Suriah.
()