PBB kirimkan bantuan pangan ke Korut
Minggu, 05 Agustus 2012 - 11:31 WIB
PBB kirimkan bantuan pangan ke Korut
A
A
A
Sindonews.com - Program pangan dunia, The World Food Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengirimkan bantuan pangan kepada 84 ribu penduduk Korea Utara yang kehilangan rumah akibat banjir pekan lalu.
Seperti diberitakan Radio Australia, Minggu (5/8/2012) program pangan dunia memberikan bantuan pangan seberat 400 gram jagung per hari bagi penduduk selama 14 hari kedepan.
Selanjutnya bantuan pangan tersebut akan di salurkan kepada penduduk yang paling menderita yaitu wilayah Anju dan Songchon, di selatan Provinsi Songchon dan wilayah Chonnae, provinsi Kangwon.
Seperti diberitakan oleh media resmi pemerintah Korut sebelumnya, akibat banjir itu dilaporkan telah menewaskan 169 orang, sementara sebanyak 400 orang lainnya masih diberitakan hilang dan 212 ribu korban banjir kehilangan tempat tinggal mereka.
Tak hanya tempat tinggal, banjir juga merendam sekira 65 ribu hektar lahan pertanian yang saat itu tengah ditanami komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai.
Topan Khanun yang bertiup di wilayah semenanjung Korea pada 18 Juli lalu disinyalir menjadi pertanda masuknya musim hujan di Korut. Hal itu menjadikan Korut menerima curah hujan yang tinggi dan wilayah pantai barat laut Korut menjadi daerah yang terkena dampak paling parah.
Selain pangan berdasarkan pemantauan perwakilan PBB dibutuhkan juga tablet pemurnian air untuk 50 ribu kepala keluarga. Pasalnya selain pangan, para korban juga membutuhkan air bersih untuk menghindari mereka dari bahaya penyakit.
Seperti diberitakan Radio Australia, Minggu (5/8/2012) program pangan dunia memberikan bantuan pangan seberat 400 gram jagung per hari bagi penduduk selama 14 hari kedepan.
Selanjutnya bantuan pangan tersebut akan di salurkan kepada penduduk yang paling menderita yaitu wilayah Anju dan Songchon, di selatan Provinsi Songchon dan wilayah Chonnae, provinsi Kangwon.
Seperti diberitakan oleh media resmi pemerintah Korut sebelumnya, akibat banjir itu dilaporkan telah menewaskan 169 orang, sementara sebanyak 400 orang lainnya masih diberitakan hilang dan 212 ribu korban banjir kehilangan tempat tinggal mereka.
Tak hanya tempat tinggal, banjir juga merendam sekira 65 ribu hektar lahan pertanian yang saat itu tengah ditanami komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai.
Topan Khanun yang bertiup di wilayah semenanjung Korea pada 18 Juli lalu disinyalir menjadi pertanda masuknya musim hujan di Korut. Hal itu menjadikan Korut menerima curah hujan yang tinggi dan wilayah pantai barat laut Korut menjadi daerah yang terkena dampak paling parah.
Selain pangan berdasarkan pemantauan perwakilan PBB dibutuhkan juga tablet pemurnian air untuk 50 ribu kepala keluarga. Pasalnya selain pangan, para korban juga membutuhkan air bersih untuk menghindari mereka dari bahaya penyakit.
()