Mantan Presiden Mongolia dipenjara 4 tahun
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 18:11 WIB
Mantan Presiden Mongolia dipenjara 4 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Pengadilan Mongolia di Ulan Batur menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada Mantan Presiden Mongolia Nambar Enkhbayar, setelah dinyatakan bersalah karena melakukan korupsi.
Seperti diberitakan Xinhua, Jumat (3/8/2012), Enkhbayar dinyatakan bersalah karena pengadaan televisi sebagai sumbangan kepada sebuah biara dan tindakan ilegal privatisasi sebuah percetakan dan hotel.
Pengadilan mongolia awalnya menjatuhi Enkhbayar penjara selama tujuh tahun, namun mendapat keringanan selama tiga tahun. Pengadilan juga memerintahkan mantan Pemimpin Mongolia untuk menganti biaya kompensasi terhadap biara dan mengembalikan aset yang telah dia privatisasi.
Enkhbayar yang ditangkap pada April dituduh menyalahgunakan kekayaan dan kekuasaan saat menjabat menjadi presiden. Kejahatan ini dilakukan saat dia menjabat menjadi Perdana Menteri dari tahun 2000-2004, kemudian berlanjut ketika menjadi Presiden Mongolia 2005 sampai2009.
Sebelumnya, pada Juni lalu dalam wawancara dengan BBC, Enkhbayar membantah semua tuduhan pengadilan dan menyebut tuduhan tersebut bermotif politik, yang bertujuan menghentikan dia dari jabatanya.
Seperti diberitakan Xinhua, Jumat (3/8/2012), Enkhbayar dinyatakan bersalah karena pengadaan televisi sebagai sumbangan kepada sebuah biara dan tindakan ilegal privatisasi sebuah percetakan dan hotel.
Pengadilan mongolia awalnya menjatuhi Enkhbayar penjara selama tujuh tahun, namun mendapat keringanan selama tiga tahun. Pengadilan juga memerintahkan mantan Pemimpin Mongolia untuk menganti biaya kompensasi terhadap biara dan mengembalikan aset yang telah dia privatisasi.
Enkhbayar yang ditangkap pada April dituduh menyalahgunakan kekayaan dan kekuasaan saat menjabat menjadi presiden. Kejahatan ini dilakukan saat dia menjabat menjadi Perdana Menteri dari tahun 2000-2004, kemudian berlanjut ketika menjadi Presiden Mongolia 2005 sampai2009.
Sebelumnya, pada Juni lalu dalam wawancara dengan BBC, Enkhbayar membantah semua tuduhan pengadilan dan menyebut tuduhan tersebut bermotif politik, yang bertujuan menghentikan dia dari jabatanya.
()