Hindari Obama, Palestina tunda jadi anggota PBB
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 11:22 WIB
Hindari Obama, Palestina tunda jadi anggota PBB
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas berencana menunda pengajuan keanggotaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Penundaan ini untuk menghindari ketegangan Abbas dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Abbas akan menjadwalkan kembali pengajuan pengakuan Palestina kepada Majelis Umum PBB usai Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), November 2012 mendatang. Namun sejauh ini, presiden kedua Palestina ini belum mengambil langkah tersebut.
Seorang pejabat senior Palestina mengatakan, Abbas mungkin akan condong kepada sikap menunggu Pemilu Presiden AS digelar, sejalan dengan permintaan pemerintah AS untuk menghindari ketegangan hubungan dengan pemerintahan Obama.
Di sisi lain, sejumlah pejabat yang berada di lingkaran terdekat Presiden Abbas mendorong ia mengajukan permohonan pada September mendatang, saat sidang Majelis Umum PBB digelar.
Pertimbangannya, Palestina tidak akan mendapatkan hasil apapun jika menenangkan hubungannya dengan AS.
"Kami (juga) tidak akan mendapatkan kerugian dari AS," ungkap anggota Komite Eksekutif Palestina Hanan Ashrawi seperti diberitakan Haaretz, Jumat (3/8/2012).
"Yang kami butuhkan adalah perubahan cepat," tegas Ashrawi.
Para pejabat Palestina mengatakan mereka telah mengantongi suara yang dibutuhkan untuk memenangkan pengakuan Palestina di sidang Majelis Umum PBB nantinya.
Dukungan tersebut didapatkan Abbas ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara Timur Tengah. Namun, keputusan akhir nantinya tetap berada di tangan Abbas.
Tahun lalu, Palestina gagal mendapatkan pengakuan sebagai anggota PBB karena mereka tidak mengantongi suara yang cukup. Akibatnya saat ini keanggotaan Palestina di PBB masih menjadi negara pengamat.
Abbas akan menjadwalkan kembali pengajuan pengakuan Palestina kepada Majelis Umum PBB usai Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS), November 2012 mendatang. Namun sejauh ini, presiden kedua Palestina ini belum mengambil langkah tersebut.
Seorang pejabat senior Palestina mengatakan, Abbas mungkin akan condong kepada sikap menunggu Pemilu Presiden AS digelar, sejalan dengan permintaan pemerintah AS untuk menghindari ketegangan hubungan dengan pemerintahan Obama.
Di sisi lain, sejumlah pejabat yang berada di lingkaran terdekat Presiden Abbas mendorong ia mengajukan permohonan pada September mendatang, saat sidang Majelis Umum PBB digelar.
Pertimbangannya, Palestina tidak akan mendapatkan hasil apapun jika menenangkan hubungannya dengan AS.
"Kami (juga) tidak akan mendapatkan kerugian dari AS," ungkap anggota Komite Eksekutif Palestina Hanan Ashrawi seperti diberitakan Haaretz, Jumat (3/8/2012).
"Yang kami butuhkan adalah perubahan cepat," tegas Ashrawi.
Para pejabat Palestina mengatakan mereka telah mengantongi suara yang dibutuhkan untuk memenangkan pengakuan Palestina di sidang Majelis Umum PBB nantinya.
Dukungan tersebut didapatkan Abbas ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke beberapa negara Timur Tengah. Namun, keputusan akhir nantinya tetap berada di tangan Abbas.
Tahun lalu, Palestina gagal mendapatkan pengakuan sebagai anggota PBB karena mereka tidak mengantongi suara yang cukup. Akibatnya saat ini keanggotaan Palestina di PBB masih menjadi negara pengamat.
()