Rusia buka jalur untuk NATO
Kamis, 02 Agustus 2012 - 14:12 WIB
Rusia buka jalur untuk NATO
A
A
A
Sindonews.com - Rusia yang biasanya bersitegang dengan Negara Barat, kini mulai menjalin hubungan dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Pemerintah Rusia akan membuka jalur logistik NATO di wilayahnya.
Pembukaan jalur Ulyanovsk dilakukan untuk membantu NATO mengirim bantuan ke Afghanistan.
"Kami tidak keberatan membuka wilayah Rusia bagian selatan yang berbatasan dengan Afganistan," papar Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengunjungi Ulyanovsk, seperti dikutip Xinhua Kamis (2/8/2012).
Keputusan ini tak lepas dari pro-kontra di antara masyarakat Rusia. Sebagian penduduk telah memprotes keberadaan pangkalan NATO di wilayah Rusia. Meskipun demikian, Pemerintah Rusia menegaskan pangkalan itu hanya untuk tujuan transit dan tidak akan diubah menjadi pangkalan militer NATO.
“Pembukaan jalur NATO ini diharapkan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Putin.
Menurut dia, Pemerintah Rusia tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Afghanistan, melainkan ingin melihat Afghanistan segera pulih pasca perang. Rusia hanya membantu memberikan kiriman NATO, bukan mengirim pasukan ke Afghanistan.
Pemerintah Rusia tidak akan memperkeruh situasi dengan melibatkan angkatan bersenjata dalam operasi tempur di Afghanistan.
Pekan lalu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyetujui Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (International Security Assistance Force/ISAF) bagian dari NATO, untuk memindahkan kiriman menuju Afghanistan melalui perbatasan di Ulyanovsk dengan kereta api, jalan darat maupun udara.
Pembukaan jalur Ulyanovsk dilakukan untuk membantu NATO mengirim bantuan ke Afghanistan.
"Kami tidak keberatan membuka wilayah Rusia bagian selatan yang berbatasan dengan Afganistan," papar Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengunjungi Ulyanovsk, seperti dikutip Xinhua Kamis (2/8/2012).
Keputusan ini tak lepas dari pro-kontra di antara masyarakat Rusia. Sebagian penduduk telah memprotes keberadaan pangkalan NATO di wilayah Rusia. Meskipun demikian, Pemerintah Rusia menegaskan pangkalan itu hanya untuk tujuan transit dan tidak akan diubah menjadi pangkalan militer NATO.
“Pembukaan jalur NATO ini diharapkan menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Putin.
Menurut dia, Pemerintah Rusia tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer di Afghanistan, melainkan ingin melihat Afghanistan segera pulih pasca perang. Rusia hanya membantu memberikan kiriman NATO, bukan mengirim pasukan ke Afghanistan.
Pemerintah Rusia tidak akan memperkeruh situasi dengan melibatkan angkatan bersenjata dalam operasi tempur di Afghanistan.
Pekan lalu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyetujui Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (International Security Assistance Force/ISAF) bagian dari NATO, untuk memindahkan kiriman menuju Afghanistan melalui perbatasan di Ulyanovsk dengan kereta api, jalan darat maupun udara.
()