Kapal dibajak, ABK terapung 3 hari
Kamis, 02 Agustus 2012 - 09:22 WIB
Kapal dibajak, ABK terapung 3 hari
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 12 anak buah kapal (ABK), lima di antaranya asal Indonesia, terpaksa menghabiskan waktu tiga hari terapung di lautan lepas setelah kapal yang mereka tumpangi dibajak di lautan barat Pasifik.
Sabtu (27/7) lalu ke-12 pelaut nahas, yang terdiri atas enam warga Malaysia, lima warga Indonesia, dan seorang warga Myanmar, dipaksa keluar dari kapal kargo yang mengangkut makanan kering dari Indonesia menuju Davao, Filipina, dan harus terapung di dua kapal karet.
Selama tiga hari mereka terus terapung hingga keberuntungan menyapa mereka setelah nelayan yang melihat dua kapal karet di lepas perairan Pulau Mindanao melapor kepada Marinir Filipina yang kemudian menyelamatkan mereka.
Komandan Marinir Kolonel Alex Balutan memaparkan, para awak kapal itu menceritakan para pembajak memaksa mereka keluar dari kapal dan melempar dua kapal karet sebelum membawa kabur kapal kargo itu.
Kini, militer Filipina kini berusaha memastikan di mana lokasi penyerangan terhadap kapal yang berbasis di Sarawak, Malaysia, itu. AFP melaporkan, ke-12 awak kapal itu kini dirawat di sebuah rumah sakit di Mindanao.
Sabtu (27/7) lalu ke-12 pelaut nahas, yang terdiri atas enam warga Malaysia, lima warga Indonesia, dan seorang warga Myanmar, dipaksa keluar dari kapal kargo yang mengangkut makanan kering dari Indonesia menuju Davao, Filipina, dan harus terapung di dua kapal karet.
Selama tiga hari mereka terus terapung hingga keberuntungan menyapa mereka setelah nelayan yang melihat dua kapal karet di lepas perairan Pulau Mindanao melapor kepada Marinir Filipina yang kemudian menyelamatkan mereka.
Komandan Marinir Kolonel Alex Balutan memaparkan, para awak kapal itu menceritakan para pembajak memaksa mereka keluar dari kapal dan melempar dua kapal karet sebelum membawa kabur kapal kargo itu.
Kini, militer Filipina kini berusaha memastikan di mana lokasi penyerangan terhadap kapal yang berbasis di Sarawak, Malaysia, itu. AFP melaporkan, ke-12 awak kapal itu kini dirawat di sebuah rumah sakit di Mindanao.
()