Venezuela Tuding AS Melakukan Pembajakan Pesawat
Selasa, 03 September 2024 - 17:30 WIB
loading...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengacungkan pedang saat Kabinet barunya mengambil sumpah jabatan, di istana presiden di Caracas, Venezuela, 28 Agustus 2024. Foto/AP/Ariana Cubillos
A
A
A
CARACAS - Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menyita pesawat yang digunakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro adalah "pembajakan" yang nyata, menurut Menteri Luar Negeri Venezuela Ivan Gil Pinto.
Pada Senin (2/9/2024), Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengonfirmasi laporan media bahwa agennya telah menyita Pesawat Dassault Falcon 900EX yang diduga terkait dengan pemimpin Venezuela dan lingkaran dalamnya.
Washington mengklaim pesawat itu "dibeli secara ilegal seharga USD13 juta melalui perusahaan cangkang dan diselundupkan keluar dari Amerika Serikat."
AS menambahkan pesawat itu disita di Republik Dominika dan dipindahkan ke Florida atas permintaan AS "berdasarkan pelanggaran... undang-undang pengendalian dan sanksi ekspor."
DOJ menuduh pesawat itu dibeli melalui perusahaan yang berbasis di Karibia dan dikirim ke Venezuela pada bulan April 2023.
Pada Senin (2/9/2024), Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengonfirmasi laporan media bahwa agennya telah menyita Pesawat Dassault Falcon 900EX yang diduga terkait dengan pemimpin Venezuela dan lingkaran dalamnya.
Washington mengklaim pesawat itu "dibeli secara ilegal seharga USD13 juta melalui perusahaan cangkang dan diselundupkan keluar dari Amerika Serikat."
AS menambahkan pesawat itu disita di Republik Dominika dan dipindahkan ke Florida atas permintaan AS "berdasarkan pelanggaran... undang-undang pengendalian dan sanksi ekspor."
DOJ menuduh pesawat itu dibeli melalui perusahaan yang berbasis di Karibia dan dikirim ke Venezuela pada bulan April 2023.
Lihat Juga :