Ban Ki-moon minta serangan di Suriah diakhiri
Selasa, 31 Juli 2012 - 17:15 WIB
Ban Ki-moon minta serangan di Suriah diakhiri
A
A
A
Sindonews.com - Sekjen Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menyerukan agar kekerasan yang terjadi di Suriah diakhiri. Pasalnya, kelompok oposisi bersenjata telah meningkatkan serangan terhadap pemerintah.
"Kami sangat prihatin, ini adalah situasi yang tidak dapat diterima," ungkap Ban seperti diberitakan Presstv, Selasa (31/7/2012).
Namun, Ban menghindari pembicaraan tentang fakta bahwa beberapa kelompok bersenjata Suriah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.
Ban juga menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap konvoi misi pengawasan PBB di Suriah. Konvoi misi pengawasan yang dipimpin kepala misi pengamat PBB, Jenderal Babacar Gaye, diserang di Talibisa, sekitar 17 km dari Homs pada Minggu 29 Juli silam.
"Lebih dari selusin kendaraan lapis baja telah diserang dan dihancurkan oleh pemberontak, beruntung tidak ada yang terluka oleh serangan ini, " imbuh Ban.
Jenderal Gaye tiba di Damaskus pekan lalu untuk menggantikan kepala misi pengawasan PBB di Suriah, Jenderal Robert Mood yang telah keluar.
Aksi kekerasan yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu, dimana penjahat, pelaku sabotase dan teroris berada di balik perang Suriah.
"Kami sangat prihatin, ini adalah situasi yang tidak dapat diterima," ungkap Ban seperti diberitakan Presstv, Selasa (31/7/2012).
Namun, Ban menghindari pembicaraan tentang fakta bahwa beberapa kelompok bersenjata Suriah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.
Ban juga menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap konvoi misi pengawasan PBB di Suriah. Konvoi misi pengawasan yang dipimpin kepala misi pengamat PBB, Jenderal Babacar Gaye, diserang di Talibisa, sekitar 17 km dari Homs pada Minggu 29 Juli silam.
"Lebih dari selusin kendaraan lapis baja telah diserang dan dihancurkan oleh pemberontak, beruntung tidak ada yang terluka oleh serangan ini, " imbuh Ban.
Jenderal Gaye tiba di Damaskus pekan lalu untuk menggantikan kepala misi pengawasan PBB di Suriah, Jenderal Robert Mood yang telah keluar.
Aksi kekerasan yang terjadi di Suriah telah berlangsung sejak Maret 2011 lalu, dimana penjahat, pelaku sabotase dan teroris berada di balik perang Suriah.
()