Ribuan warga kepung parlemen Jepang

Senin, 30 Juli 2012 - 09:40 WIB
Ribuan warga kepung...
Ribuan warga kepung parlemen Jepang
A A A
Sindonews.com – Ratusan ribu warga Jepang Minggu 29 Juli kemarin, membentuk rantai manusia melingkari gedung parlemen Jepang. Mereka melakukan aksi itu untuk menentang penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) setelah krisis nuklir di Fukushima tahun lalu.

Demonstrasi besar-besaran itu menjadi aksi terbaru dan terbesar sebagai bentuk penolakan terhadap energi nuklir di Negeri Matahari Terbit itu. Sentimen massal itu semakin memanas setelah Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihiko Noda pada Juni lalu memerintahkan pengaktifan kembali dua reaktor nuklir.

Noda beralasan, kebijakan itu dilakukan karena menyusutnya pasokan listrik setelah Jepang mematikan 50 reaktor nuklir. Jepang pun terancam mengalami krisis energi jika semua reaktor nuklir harus berhenti beroperasi.

Demonstrasi itu diklaim dihadiri 170.000 orang. Selain di gedung parlemen,demonstrasi puluhan ribu orang pun dilaksanakan di kediaman PM Noda. Personel polisi juga disiagakan di kediaman Noda dan gedung parlemen

“Penghapusan PLTN,” demikian bunyi tuntutan mereka. Hiroshi Sakurai (65) seorang pelukis, menyatakan bahwa dia ikut dalam aksi jalanan untuk pertama kalinya.

“Setelah bencana Fukushima, saya merasa tragedi itu karena arogansi manusia bahwa mereka berpikir dapat mengendalikan tenaga nuklir dengan kekuatan kita,” katanya pada AFP.

Menurut penyelenggara demonstrasi, Kaori Echigo, masyarakat Jepang bakal turun lebih banyak untuk mendukung aksi ini.”Bukan hanya dari Tokyo, tetapi orang dari Hokkaido, Nagano dan Osaka juga ikut bergabung dalam demonstrasi ini,”kata Echigo.

Demonstrasi itu berlangsung kurang dari sepekan setelah terkuaknya laporan rahasia yang menyebutkan para petugas pengelola PLTN Fukushima, Tokyo Electric Power (TEPCO),mengabaikan risiko radiasi nuklir.

Kemudian, ada juga laporan parlemen yang menyebutkan bahwa tragedi itu disebabkan oleh manusia karena adanya kolusi antara pemerintah dan TEPCO. Tapi, TEPCO tetap cuci tangan. Mereka mengklaim bahwa kedahsyatan gempa bumi dan tsunami itu di luar prediksi mereka.

Gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter itu mengguncang Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa itu merusak peralatan pendingin reaktor di PLTN Fukushima hingga menyebabkan reaktor meleleh. Ribuan warga pun mengungsi dan dilarang kembali ke wilayah yang terpapar radioaktif.

Sementara itu, sentimen antinuklir itu dimanfaatkan oleh Partai Hijau Jepang. Partai Hijau merupakan pengkritik keras kebijakan nuklir. “Partai kita mengusung kebijakan lingkungan yang diinginkan masyrakat,” kata Ketua Partai Hijau Akira Miyabe, dikutip Kyodo News.
()
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
28 menit yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
1 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
1 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
2 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
3 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved