11 tewas akibat bentrok di Filipina
Jum'at, 27 Juli 2012 - 16:18 WIB
11 tewas akibat bentrok di Filipina
A
A
A
Sindonews.com – Sebanyak sebelas orang dilaporkan tewas setelah bentrok antara militer Filipina dengan kelompok militan Abu Sayaf pecah di Filipina bagian Selatan.
Seperti diberitakan dalam Lasvegassun, Jumat (27/7/2012) militer Filipina kehilangan tujuh anggota pasukannya, sementara empat orang dari kelompok militan dilaporkan tewas. Selain itu, tiga orang militer dan dua anggota militan dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.
“Bentrokan antara militer Filipina pecah ketika tentara hendak membendung gerakan militan Abu Sayaf pada Kamis 26 Juli kemarin di Sumisip, kepulauan Basilan, Filipina,” ujar seorang pejabat militer Filipina, Mayor Jendral Ricardo Rainier Cruz.
Saat ini, militer Filipina telah melakukan serangan ofensif terhadap kelompok militan Abu Sayaf, sayangnya mereka tetap menjadi ancaman. Kelompok militan itu masih melancarkan aksi penculikan untuk membeli senjata dan makanan untuk bertahan hidup di tempat persembunyiaan mereka di hutan.
Aksi kekerasan di wilayah Filipina bagian selatan terus berlanjut, meskipun tentara Amerika Serikat (AS) telah memberikan latihan militer. Pasukan tentara Filipina sudah melewati berbagai latihan untuk mengatasi aksi pemboman dan penculikan. Baru-baru ini, berbagai bentrokan sering terjadi diantara kelompok muslim dengan kelompok kristen di Filipina bagian selatan.
Seperti diberitakan dalam Lasvegassun, Jumat (27/7/2012) militer Filipina kehilangan tujuh anggota pasukannya, sementara empat orang dari kelompok militan dilaporkan tewas. Selain itu, tiga orang militer dan dua anggota militan dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.
“Bentrokan antara militer Filipina pecah ketika tentara hendak membendung gerakan militan Abu Sayaf pada Kamis 26 Juli kemarin di Sumisip, kepulauan Basilan, Filipina,” ujar seorang pejabat militer Filipina, Mayor Jendral Ricardo Rainier Cruz.
Saat ini, militer Filipina telah melakukan serangan ofensif terhadap kelompok militan Abu Sayaf, sayangnya mereka tetap menjadi ancaman. Kelompok militan itu masih melancarkan aksi penculikan untuk membeli senjata dan makanan untuk bertahan hidup di tempat persembunyiaan mereka di hutan.
Aksi kekerasan di wilayah Filipina bagian selatan terus berlanjut, meskipun tentara Amerika Serikat (AS) telah memberikan latihan militer. Pasukan tentara Filipina sudah melewati berbagai latihan untuk mengatasi aksi pemboman dan penculikan. Baru-baru ini, berbagai bentrokan sering terjadi diantara kelompok muslim dengan kelompok kristen di Filipina bagian selatan.
()