Al-Qaeda klaim telah membom Irak
Kamis, 26 Juli 2012 - 15:09 WIB
Al-Qaeda klaim telah membom Irak
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok Al-Qaeda mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan yang menewaskan lebih dari ratusan korban di Irak. Pemimpin kelompok Al-Qaeda, Al-Baghdadi mengeluarkan pernyataan aksi penyerangan tersebut menjadi awal untuk menghancurkan pertahanan Irak.
Al-Baghdadi mengatakan keberadaan kelompok tersebut bertujuan untuk membangun kembali aliansi suku Sunni di daerah yang telah menghadapi kemunduran sejak 2007 lalu. Kelompok Al-Qaeda dalam penyerangannya seringkali manargetkan kelompok Syiah, aksi ini bertujuan untuk membangkitkan kekerasan antar sekte.
Serangan kelompok Al-Qaeda di Irak Senin 23 Juli telah menewaskan ratusan jiwa. Jumlah korban terbanyak sejak pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara ini pada Desember tahun lalu.
Pertumparan darah yang terjadi pada awal pekan ini beriringan dengan konflik di Suriah. Provinsi Anbar, Irak merupakan provinsi yang menjadi jantung bagi kelompok Sunni yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Sebelumnya, Pemerintah Irak telah memperingatkan kelompok Al-Qaeda untuk keluar dari Irak. Selain itu, Pemerintah Irak juga telah mengirim pasukan militer dan tanknya ke perbatasan untuk memperkuat keamanan di perbatasan.
Al-Baghdadi mengatakan keberadaan kelompok tersebut bertujuan untuk membangun kembali aliansi suku Sunni di daerah yang telah menghadapi kemunduran sejak 2007 lalu. Kelompok Al-Qaeda dalam penyerangannya seringkali manargetkan kelompok Syiah, aksi ini bertujuan untuk membangkitkan kekerasan antar sekte.
Serangan kelompok Al-Qaeda di Irak Senin 23 Juli telah menewaskan ratusan jiwa. Jumlah korban terbanyak sejak pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara ini pada Desember tahun lalu.
Pertumparan darah yang terjadi pada awal pekan ini beriringan dengan konflik di Suriah. Provinsi Anbar, Irak merupakan provinsi yang menjadi jantung bagi kelompok Sunni yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Sebelumnya, Pemerintah Irak telah memperingatkan kelompok Al-Qaeda untuk keluar dari Irak. Selain itu, Pemerintah Irak juga telah mengirim pasukan militer dan tanknya ke perbatasan untuk memperkuat keamanan di perbatasan.
()