Pihak Barat kritik veto Rusia dan China
Jum'at, 20 Juli 2012 - 16:10 WIB
Pihak Barat kritik veto Rusia dan China
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Jerman mengkritik sikap China dan Rusia. Kedua negara itu kembali menolak draft resolusi baru bagi Suriah yang bertujuan menjatuhkan sanksi untuk menekan pemerintah Presiden Assad.
Utusan Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Lyall Grant turut mengecam tindakan Rusia dan China. Utusan Jerman untuk PBB, Peter Wittig mengatakan hal senada. Resolusi tersebut tidak akan menyebabkan intervensi militer. Wittig menuduh pemerintah Suriah melanggar semua komitmen dengan Annan.
Sedangkan utusan AS untuk PBB Susan Rice mengatakan, sikap Rusiah dan China adalah sebuah aksi yang menyedihkan dan berbahaya. Resolusi baru itu tidak bertujuan untuk melakukan intervensi, melainkan memberi dukungan dalam bentuk upaya diplomatik.
Rice menambahkan, apa yang terjadi di Suriah saat ini bisa meluas ke wilayah lainya. "Rusia dan China telah melewatkan kesempatan untuk kembali bekerja sama. Kami, khususnya warga Suriah, tidak bisa terus merasa kehilangan," ungkap Rice, seperti diberitakan RIA Novosti, Jumat (20/7/2012).
Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud mengatakanm, tindakan itu akan mengancam misi perdamain utusan PBB, Kofi Annan. Araud mengaskan, Prancis akan terus mendukung oposisi Suriah.
Utusan Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Lyall Grant turut mengecam tindakan Rusia dan China. Utusan Jerman untuk PBB, Peter Wittig mengatakan hal senada. Resolusi tersebut tidak akan menyebabkan intervensi militer. Wittig menuduh pemerintah Suriah melanggar semua komitmen dengan Annan.
Sedangkan utusan AS untuk PBB Susan Rice mengatakan, sikap Rusiah dan China adalah sebuah aksi yang menyedihkan dan berbahaya. Resolusi baru itu tidak bertujuan untuk melakukan intervensi, melainkan memberi dukungan dalam bentuk upaya diplomatik.
Rice menambahkan, apa yang terjadi di Suriah saat ini bisa meluas ke wilayah lainya. "Rusia dan China telah melewatkan kesempatan untuk kembali bekerja sama. Kami, khususnya warga Suriah, tidak bisa terus merasa kehilangan," ungkap Rice, seperti diberitakan RIA Novosti, Jumat (20/7/2012).
Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud mengatakanm, tindakan itu akan mengancam misi perdamain utusan PBB, Kofi Annan. Araud mengaskan, Prancis akan terus mendukung oposisi Suriah.
()