Assad Bersembunyi di Luar Damaskus
Jum'at, 20 Juli 2012 - 08:15 WIB
Assad Bersembunyi di Luar Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad kemarin dilaporkan bersembunyi di Latakia, kota pelabuhan di Suriah. Kabar persembunyian Assad itu diungkapkan sumber oposisi dan seorang diplomat Barat.
Assad sendiri belum tampil ke publik sejak serangan bom pada Rabu (18/7). Hanya saja, belum jelas apakah Assad meninggalkan Damaskus menuju Latakia setelah atau sebelum serangan tersebut.
“Berdasarkan informasi kita, dia (Assad) tinggal di istananya di Latakia. Dia mungkin berada di sana selama beberapa hari,” ujar salah satu tokoh oposisi senior yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip Reuters.
Menurut informasi, Assad bersembunyi di sebuah istana. Istana yang berada di dekat kawasan wisata itu kerap digunakan Assad untuk menggelar pertemuan bisnis. Latakia adalah provinsi yang dihuni minoritas kelompok Alawi yang juga merupakan asal Assad.
Kelompok ini pulalah yang dikenal sebagai pendukung setia Assad. Namun, belum bisa dipastikan apakah keberadaan Assad di luar Damaskus itu menunjukkan posisinya kian terjepit pascaaksi bom bunuh diri di Gedung Keamanan Nasional di Damaskus Rabu 18 Juli.
Ledakan bom tersebut menewaskan Menteri Pertahanan Suriah Dawood Rajha, ipar Presiden Bashar al- Assad,Asef Shawkat, serta melukai beberapa pejabat penting negara itu.
Assad sendiri belum tampil ke publik sejak serangan bom pada Rabu (18/7). Hanya saja, belum jelas apakah Assad meninggalkan Damaskus menuju Latakia setelah atau sebelum serangan tersebut.
“Berdasarkan informasi kita, dia (Assad) tinggal di istananya di Latakia. Dia mungkin berada di sana selama beberapa hari,” ujar salah satu tokoh oposisi senior yang enggan disebutkan namanya seperti dikutip Reuters.
Menurut informasi, Assad bersembunyi di sebuah istana. Istana yang berada di dekat kawasan wisata itu kerap digunakan Assad untuk menggelar pertemuan bisnis. Latakia adalah provinsi yang dihuni minoritas kelompok Alawi yang juga merupakan asal Assad.
Kelompok ini pulalah yang dikenal sebagai pendukung setia Assad. Namun, belum bisa dipastikan apakah keberadaan Assad di luar Damaskus itu menunjukkan posisinya kian terjepit pascaaksi bom bunuh diri di Gedung Keamanan Nasional di Damaskus Rabu 18 Juli.
Ledakan bom tersebut menewaskan Menteri Pertahanan Suriah Dawood Rajha, ipar Presiden Bashar al- Assad,Asef Shawkat, serta melukai beberapa pejabat penting negara itu.
()