1.300 jiwa terancam tewas akibat radiasi nuklir Fukushima
Rabu, 18 Juli 2012 - 15:01 WIB
1.300 jiwa terancam tewas akibat radiasi nuklir Fukushima
A
A
A
Sindonews.com - Peneliti Amerika Serikat (AS) dari Universitas Stanford merilis hasil studi terhadap bencana nuklir Fukushima, Jepang. Mereka memperingatkan radiasi nuklir Fukushima mungkin akan mengancam kematian 1.300 jiwa penduduk Jepang. Seperti dilansir ABC News, Rabu (18/7/2012).
Hasil penelitian itu berbeda dengan pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kebocoran radiasi yang disebabkan tsunami tahun 2011 tidak akan menimbulkan efek kesehatan kronis. Kepala komite PBB yang mengkaji pengaruh radiasi atom tahun lalu memprediksi tidak akan ada konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat akibat radiasi kebocoran di reaktor Fukushima.
Sementara itu, tim peneliti asal AS mengatakan kebocoran tersebut bisa menyebabkan kematian, bukan hanya di sekitar lokasi reaktor nuklir Fukushima, melainkan juga daerah lain di sekitarnya. Tak hanya itu, peneliti AS mengatakan radiasi tersebut mampu menyebabkan 24 hingga 25 ribu penyakit kanker.
Peneliti AS menggunakan alat pemindai radiasi 3D untuk mengkaji dampak penyebaran radiasi nuklir Fukushima selama dua dekade mendatang.
Hasil penelitian itu berbeda dengan pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kebocoran radiasi yang disebabkan tsunami tahun 2011 tidak akan menimbulkan efek kesehatan kronis. Kepala komite PBB yang mengkaji pengaruh radiasi atom tahun lalu memprediksi tidak akan ada konsekuensi serius bagi kesehatan masyarakat akibat radiasi kebocoran di reaktor Fukushima.
Sementara itu, tim peneliti asal AS mengatakan kebocoran tersebut bisa menyebabkan kematian, bukan hanya di sekitar lokasi reaktor nuklir Fukushima, melainkan juga daerah lain di sekitarnya. Tak hanya itu, peneliti AS mengatakan radiasi tersebut mampu menyebabkan 24 hingga 25 ribu penyakit kanker.
Peneliti AS menggunakan alat pemindai radiasi 3D untuk mengkaji dampak penyebaran radiasi nuklir Fukushima selama dua dekade mendatang.
()