Kelompok Liberal kuasai pemilu Libya
Rabu, 18 Juli 2012 - 10:54 WIB
Kelompok Liberal kuasai pemilu Libya
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok partai yang berasaskan liberal memenangi pemilu pertama Libya pasca tergulingnya Kolonel Muammar Khadafi. Aliansi Pasukan Nasional, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mahmoud Jibril memenangkan 39 kursi bagi partai politik.
Aliansi Pasukan Nasional mengungguli partai bentukan kelompok Ikhwanul Muslimin Libya, Partai Keadilan dan Pembangunan, yang hanya memperoleh 17 suara dari 80 kursi parlemen. Sekira 200 orang perwakilan, termasuk dari kalangan independen, akan menduduki Majelis Nasional Libya.
Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait komposisi perwakilan yang akan mengisi majelis. Namun berdasarkan hasil pemilu, mayoritas perwakilan akan dikuasai oleh pemenang pemilu. Namun hal itu tergantung dari 120 orang dari kalangan independen.
Sementara, seperti diberitakan dalam BBC, Rabu (18/7/2012), Partai Keadilan dan Pembangunan mengklaim telah mendapatkan dukungan dari calon independen.
Komisi pemilihan umum Libya memberikan waktu selama dua minggu bagi mereka yang ingin mengajukan banding atas hasil pemilu ini.
Lebih dari 100 partai berpartisipasi dalam pemilu ini, kebanyakan dari mereka baru terbentuk beberapa bulan yang lalu. Majelis yang terbentuk dari hasil pemilu ini nanti akan memiliki wewenang yang setara dengan badan legislatif. Diharapkan majelis dapat bekerja setidaknya selama setahun.
Pemilu Libya kali ini merupakan pemilu pertama sejak Kolonel Muammar Khadafi berkuasa pada 1969. Pemilu Parlemen Libya yang bebas terakhir kali diselanggarakan pada 1952 setelah Libya merdeka. Kemudian pada 1965 Libya kembali menggelar pemilu parlemen sayangnya tidak ada partai politik yang boleh ambil bagian.
Sementara itu, pengamat pemilu dari Uni Eropa menilai proses pemungutan suara pada 7 Juli lalu berjalan ''lancar dan damai'', walaupun sempat terjadi penundaan teknis dan kekerasan yang terjadi di beberapa lokasi.
Aliansi Pasukan Nasional mengungguli partai bentukan kelompok Ikhwanul Muslimin Libya, Partai Keadilan dan Pembangunan, yang hanya memperoleh 17 suara dari 80 kursi parlemen. Sekira 200 orang perwakilan, termasuk dari kalangan independen, akan menduduki Majelis Nasional Libya.
Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait komposisi perwakilan yang akan mengisi majelis. Namun berdasarkan hasil pemilu, mayoritas perwakilan akan dikuasai oleh pemenang pemilu. Namun hal itu tergantung dari 120 orang dari kalangan independen.
Sementara, seperti diberitakan dalam BBC, Rabu (18/7/2012), Partai Keadilan dan Pembangunan mengklaim telah mendapatkan dukungan dari calon independen.
Komisi pemilihan umum Libya memberikan waktu selama dua minggu bagi mereka yang ingin mengajukan banding atas hasil pemilu ini.
Lebih dari 100 partai berpartisipasi dalam pemilu ini, kebanyakan dari mereka baru terbentuk beberapa bulan yang lalu. Majelis yang terbentuk dari hasil pemilu ini nanti akan memiliki wewenang yang setara dengan badan legislatif. Diharapkan majelis dapat bekerja setidaknya selama setahun.
Pemilu Libya kali ini merupakan pemilu pertama sejak Kolonel Muammar Khadafi berkuasa pada 1969. Pemilu Parlemen Libya yang bebas terakhir kali diselanggarakan pada 1952 setelah Libya merdeka. Kemudian pada 1965 Libya kembali menggelar pemilu parlemen sayangnya tidak ada partai politik yang boleh ambil bagian.
Sementara itu, pengamat pemilu dari Uni Eropa menilai proses pemungutan suara pada 7 Juli lalu berjalan ''lancar dan damai'', walaupun sempat terjadi penundaan teknis dan kekerasan yang terjadi di beberapa lokasi.
()