Pasukan bela diri lanjutkan operasi di Kyushu
Senin, 16 Juli 2012 - 13:04 WIB
Pasukan bela diri lanjutkan operasi di Kyushu
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah hujan rintik, tim penyelamat dan militer Jepang tetap menjalankan operasi pengiriman bantuan pasokan kebutuhan sehari-hari bagi ribuan korban yang terisolasi di bagian selatan Pulau Kyushu.
Pasukan bela diri Jepang diterjunkan melakukan pencarian atas enam korban hilang dalam banjir dan longsor di wilayah selatan pegunungan Kyushu. Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan 26 orang korban tewas. Sebagian besar korban tewas berusia 70 dan 80 tahunan.
Selama akhir pekan kemarin curah hujan terburuk melanda Pulau Kyushu. Tinginya curah hujan di Pulau Kyushu menyebabkan bencana banjir dan juga longsor.
Sebanyak 250 ribu peduduk yang tinggal di Fukuoka, Saga, Kumamoto, dan Oita telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kini, mereka telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah curah hujan menurun.
Seperti dilansir BBC, Senin (16/7/2012), Badan perkiraan cuaca Jepang mengatakan, bagian terburuk dari tingginya curah hujan telah berakhir. Tapi bencana tanah longsor di gunung bisa saja terulang kembali oleh hujan ringan.
Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan banjir di beberapa bagian Kyoto, di pulau utama Honshu, kota bersejarah Jepang.
Pasukan bela diri Jepang diterjunkan melakukan pencarian atas enam korban hilang dalam banjir dan longsor di wilayah selatan pegunungan Kyushu. Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan 26 orang korban tewas. Sebagian besar korban tewas berusia 70 dan 80 tahunan.
Selama akhir pekan kemarin curah hujan terburuk melanda Pulau Kyushu. Tinginya curah hujan di Pulau Kyushu menyebabkan bencana banjir dan juga longsor.
Sebanyak 250 ribu peduduk yang tinggal di Fukuoka, Saga, Kumamoto, dan Oita telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kini, mereka telah diperbolehkan kembali ke rumah setelah curah hujan menurun.
Seperti dilansir BBC, Senin (16/7/2012), Badan perkiraan cuaca Jepang mengatakan, bagian terburuk dari tingginya curah hujan telah berakhir. Tapi bencana tanah longsor di gunung bisa saja terulang kembali oleh hujan ringan.
Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan banjir di beberapa bagian Kyoto, di pulau utama Honshu, kota bersejarah Jepang.
()