Kamboja segera tarik pasukan dari perbatasan Thailand
Jum'at, 13 Juli 2012 - 17:14 WIB
Kamboja segera tarik pasukan dari perbatasan Thailand
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Kamboja, Hor Namhong mengatakan pemerintah Kamboja memutuskan menarik mundur pasukan mereka dari wilayah perbatasan Thailand Rabu pekan depan.
Sejumlah pasukan Zona Demiliterisasi Sementara (PDZ) yang melakukan penjagaan di sekitar Kuil Preah Vihear akan segera ditarik. "Kami akan menarik mundur 486 pasukan Kamboja dari PDZ pada 18 Juli mendatang. Hal itu dilakukan untuk mematuhi keputusan Mahkamah Internasional," ungkap Hor Namhong, seperti diberitakan Xinhua, Jumat (13/7/2012).
Namhong menyampaikan, langkah ini menunjukkan kepatuhan Pemerintah Kamboja atas keputusan pengadilan internasional terhadap sengketa perbatasan ini. "Kini, Kamboja telah melakukan langkah kedepan, sementara Thailand masih mengelak dan belum akan menarik pasukanya dari PDZ," ungkap Hor Namhong.
Sejak tahun 2008, Pemerintah Kamboja dan Thailand terlibat sengketa perbatasan atas kuil Preah Vihear yang terletak di wilayah Kamboja. Sengketa itu muncul setelah UNESCO menyatakan kuil Preah Vihear sebagai situs warisan budaya dunia. Sementara Thailand mengklaim kepemilikan wilayah seluar 4,6 kilometer persegi di sebalah kuil.
Akibatnya, bentrok sengit beberapa kali terjadi dari bulan Februari hingga April 2011. Untuk menyelesaikan persengketaan, kedua belah pihak sepakat membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional.
Saat ini, Mahkamah Internasional mewajibkan kedua belah pihak untuk segera menarik diri dari titik persenketaan sejauh 17,3 km. Kedua pihak juga diminta menahan diri dari semua tindakan senjata. Selain itu, proses gencatan senjata akan diawasi pengamat Indonesia.
Sejumlah pasukan Zona Demiliterisasi Sementara (PDZ) yang melakukan penjagaan di sekitar Kuil Preah Vihear akan segera ditarik. "Kami akan menarik mundur 486 pasukan Kamboja dari PDZ pada 18 Juli mendatang. Hal itu dilakukan untuk mematuhi keputusan Mahkamah Internasional," ungkap Hor Namhong, seperti diberitakan Xinhua, Jumat (13/7/2012).
Namhong menyampaikan, langkah ini menunjukkan kepatuhan Pemerintah Kamboja atas keputusan pengadilan internasional terhadap sengketa perbatasan ini. "Kini, Kamboja telah melakukan langkah kedepan, sementara Thailand masih mengelak dan belum akan menarik pasukanya dari PDZ," ungkap Hor Namhong.
Sejak tahun 2008, Pemerintah Kamboja dan Thailand terlibat sengketa perbatasan atas kuil Preah Vihear yang terletak di wilayah Kamboja. Sengketa itu muncul setelah UNESCO menyatakan kuil Preah Vihear sebagai situs warisan budaya dunia. Sementara Thailand mengklaim kepemilikan wilayah seluar 4,6 kilometer persegi di sebalah kuil.
Akibatnya, bentrok sengit beberapa kali terjadi dari bulan Februari hingga April 2011. Untuk menyelesaikan persengketaan, kedua belah pihak sepakat membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional.
Saat ini, Mahkamah Internasional mewajibkan kedua belah pihak untuk segera menarik diri dari titik persenketaan sejauh 17,3 km. Kedua pihak juga diminta menahan diri dari semua tindakan senjata. Selain itu, proses gencatan senjata akan diawasi pengamat Indonesia.
()