Chaves kecam Hillary seperti penguasa dunia
Selasa, 10 Juli 2012 - 18:03 WIB
Chaves kecam Hillary seperti penguasa dunia
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Venezuela, Hugo Chavez mengkritik ancaman Menlu Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton terhadap China dan Rusia dalam pertemuan persahabatan 6 Juli lalu di Prancis.
"Kami melihat Hillary, ia dengan jelas melontarkan ancaman terhadap China dan Rusia. Dia mengatakan, mereka (Rusia dan China) harus menanggung akibat jika mereka tidak melakukan apa yang diinginkan oleh negara dalam pertemuan tersebut. Apakah Anda paham? mereka benar-benar gila menganggap diri mereka sepeti penguasa dunia," ungkap Chavez seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Selasa (10/7/2012).
Berbicara dalam konfrensi pers di Caracas, Chaves mendesak Hillary melihat masalah internal yang terjadi di AS. "Banyak masalah yang terjadi di AS, tapi mereka ingin melakukan hal yang sama terhadap Suriah seperti yang terjadi di Libya.," tegas Chavez.
Intervensi militer di Libya malah mengorbankan banyak nyawa di Libya demi menghabisi nyawa Gaddafi. "Sekarang AS ingin melakukan hal yang sama terhadap Suriah. Mereka bahkan juga mengancam Iran atas program nuklirnya," kecamnya.
Chavez menambahkan, ia telah diperingatkan oleh mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro perang nuklir menjadi sebuah ancaman serius. Dalam pertemuan persahabatan itu, Hillary mengecam sikap Rusia dan China yang memblokir upaya masyarakat internasional untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Baik China maupun Rusia, keduanya harus memahami, ada harga yang harus mereka bayar di balik tindakan mereka ini.
China dan Rusia sebelumnya telah memutuskan memboikot pertemuan ini. Keduanya menilai agenda pertemuan sahabat kali ini melenceng dengan kesepakatan diplomat internasional di Jenewa akhir Juni lalu. Pihak barat berencana membahas transisi politik sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis di Suriah. Lavrov menilai pertemuan persahabatan ini tidak penting karena pertemuan ini berpihak pada satu kelompok yakni oposisi Suriah.
"Kami melihat Hillary, ia dengan jelas melontarkan ancaman terhadap China dan Rusia. Dia mengatakan, mereka (Rusia dan China) harus menanggung akibat jika mereka tidak melakukan apa yang diinginkan oleh negara dalam pertemuan tersebut. Apakah Anda paham? mereka benar-benar gila menganggap diri mereka sepeti penguasa dunia," ungkap Chavez seperti diberitakan dalam RIA Novosti, Selasa (10/7/2012).
Berbicara dalam konfrensi pers di Caracas, Chaves mendesak Hillary melihat masalah internal yang terjadi di AS. "Banyak masalah yang terjadi di AS, tapi mereka ingin melakukan hal yang sama terhadap Suriah seperti yang terjadi di Libya.," tegas Chavez.
Intervensi militer di Libya malah mengorbankan banyak nyawa di Libya demi menghabisi nyawa Gaddafi. "Sekarang AS ingin melakukan hal yang sama terhadap Suriah. Mereka bahkan juga mengancam Iran atas program nuklirnya," kecamnya.
Chavez menambahkan, ia telah diperingatkan oleh mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro perang nuklir menjadi sebuah ancaman serius. Dalam pertemuan persahabatan itu, Hillary mengecam sikap Rusia dan China yang memblokir upaya masyarakat internasional untuk menggulingkan kekuasaan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Baik China maupun Rusia, keduanya harus memahami, ada harga yang harus mereka bayar di balik tindakan mereka ini.
China dan Rusia sebelumnya telah memutuskan memboikot pertemuan ini. Keduanya menilai agenda pertemuan sahabat kali ini melenceng dengan kesepakatan diplomat internasional di Jenewa akhir Juni lalu. Pihak barat berencana membahas transisi politik sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis di Suriah. Lavrov menilai pertemuan persahabatan ini tidak penting karena pertemuan ini berpihak pada satu kelompok yakni oposisi Suriah.
()