Abbas minta ilmuan Swiss ambil sampel jasad Arafat
Senin, 09 Juli 2012 - 15:04 WIB
Abbas minta ilmuan Swiss ambil sampel jasad Arafat
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat senior Palestina, Saeb Erakat mengatakan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas telah memintanya mengundang sejumlah ahli dari Swiss, membuktikan kebenaran kabar kematian mantan Presiden Palestina Yasser Arafat yang tewas akibat di racun polonium.
"Abbas telah meminta salah seorang penasihat medisnya melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah ahli di Swiss. Ia juga meminta para ahli dari institut Swiss datang ke Ramalah, mengambil sampel dari tubuh Arafat," ungkap Erakat seperti diberitakan dalam Presstv, Senin (9/7/2012).
"Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Erakat," imbuh Erakat.
Sepekan yang lalu, Al-Jazeera memberitakan temuan peneliti di Institut Radiasi Fisika di Universitas Lausanne, Swiss. Para peneliti mengatakan mantan pemimpin Palestina tersebut tewas akibat diracuni oleh polonium, senyawa radioaktik yang sangat langka.
Arafat adalah pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), ia adalah presiden Otoritas Palestina pertama. Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menderita sakit keras pada 11 November 2004 di usia 75. Dua pekan setelah ia dilarikan ke rumah sakit militer Prancis di Paris.
Atas dasar kerahasiaan, tim dokter yang menangani pengobatan Arafat di Prancis tidak mempublikasikan detail tentang penyebab kematian Arafat.
"Abbas telah meminta salah seorang penasihat medisnya melakukan komunikasi langsung dengan sejumlah ahli di Swiss. Ia juga meminta para ahli dari institut Swiss datang ke Ramalah, mengambil sampel dari tubuh Arafat," ungkap Erakat seperti diberitakan dalam Presstv, Senin (9/7/2012).
"Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian Erakat," imbuh Erakat.
Sepekan yang lalu, Al-Jazeera memberitakan temuan peneliti di Institut Radiasi Fisika di Universitas Lausanne, Swiss. Para peneliti mengatakan mantan pemimpin Palestina tersebut tewas akibat diracuni oleh polonium, senyawa radioaktik yang sangat langka.
Arafat adalah pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), ia adalah presiden Otoritas Palestina pertama. Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menderita sakit keras pada 11 November 2004 di usia 75. Dua pekan setelah ia dilarikan ke rumah sakit militer Prancis di Paris.
Atas dasar kerahasiaan, tim dokter yang menangani pengobatan Arafat di Prancis tidak mempublikasikan detail tentang penyebab kematian Arafat.
()