Mursi perintahkan parlemen bersidang
Senin, 09 Juli 2012 - 05:55 WIB
Mursi perintahkan parlemen bersidang
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Mesir, Mohammed Mursi memerintahkan parlemen untuk bersidang, satu bulan setelah dibubarkan militer. Mursi mengatakan, badan legislatif harus bersidang sampai pemilu baru diselenggarakan.
Militer menggunakan perintah pengadilan Juni lalu untuk membubarkan parlemen, karena para anggota partai menempati kursi yang disediakan untuk calon independen.
Sementara itu, Ikhwanul Muslimin menentang langkah militer untuk membubarkan parlemen. Para pejabat Ikhwanul Muslimin mengungkapkan parlemen Mesir dapat bersidang paling cepat hari Senin (9/7/2012), sebagaimana dilansir dalam BBC.
Mursi menang dalam pemilihan bebas pertama Mesir bulan lalu dan pihak militer secara resmi menyerahkan kekuasaan tanggal 30 Juni. Namun sebelum pelantikan, militer telah memberikan kewenangan pada angkatan bersenjata.
Selain itu, hak presiden atas militer telah dicabut dan para perwira tinggi juga memiliki hak legislatif. Deklarasi para komandan militer juga menetapkan bahwa satu panel angkatan bersenjata akan menyusun konstitusi baru.
Namun, Mursi mengatakan dalam keputusan presiden, parlemen lah yang akan menyusun konstitusi baru. Pemilihan umum akan diselenggarakan lagi dalam waktu 60 hari setelah konstitusi disepakati melalui referendum, menurut keputusan presiden.
Keputusan Mursi itu dapat membuat marah para pemimpin militer. Dalam sengketa konstitusi ini, para anggota parlemen harus melewati penjagaan polisi dan militer yang masih tetap berada di seputar gedung dewan legislatif.
Pihak militer mengambil alih kekuasaan tahun lalu setelah revolusi yang menyebabkan tergesernya Husni Mubarak setelah 30 tahun berkuasa. Awalnya, tentara disambut demonstran anti pemerintah, tetapi belakangan semakin tidak populer karena dituduh ingin mempertahankan kekuasaan.
Militer menggunakan perintah pengadilan Juni lalu untuk membubarkan parlemen, karena para anggota partai menempati kursi yang disediakan untuk calon independen.
Sementara itu, Ikhwanul Muslimin menentang langkah militer untuk membubarkan parlemen. Para pejabat Ikhwanul Muslimin mengungkapkan parlemen Mesir dapat bersidang paling cepat hari Senin (9/7/2012), sebagaimana dilansir dalam BBC.
Mursi menang dalam pemilihan bebas pertama Mesir bulan lalu dan pihak militer secara resmi menyerahkan kekuasaan tanggal 30 Juni. Namun sebelum pelantikan, militer telah memberikan kewenangan pada angkatan bersenjata.
Selain itu, hak presiden atas militer telah dicabut dan para perwira tinggi juga memiliki hak legislatif. Deklarasi para komandan militer juga menetapkan bahwa satu panel angkatan bersenjata akan menyusun konstitusi baru.
Namun, Mursi mengatakan dalam keputusan presiden, parlemen lah yang akan menyusun konstitusi baru. Pemilihan umum akan diselenggarakan lagi dalam waktu 60 hari setelah konstitusi disepakati melalui referendum, menurut keputusan presiden.
Keputusan Mursi itu dapat membuat marah para pemimpin militer. Dalam sengketa konstitusi ini, para anggota parlemen harus melewati penjagaan polisi dan militer yang masih tetap berada di seputar gedung dewan legislatif.
Pihak militer mengambil alih kekuasaan tahun lalu setelah revolusi yang menyebabkan tergesernya Husni Mubarak setelah 30 tahun berkuasa. Awalnya, tentara disambut demonstran anti pemerintah, tetapi belakangan semakin tidak populer karena dituduh ingin mempertahankan kekuasaan.
()