AS tetapkan Afghanistan sebagai sekutu utama

Sabtu, 07 Juli 2012 - 23:45 WIB
AS tetapkan Afghanistan...
AS tetapkan Afghanistan sebagai sekutu utama
A A A
Sindonews.com – Saat ini, Afghanistan dapat membeli persenjataan canggih Amerika Serikat (AS). “Afghanistan akan menjadi sekutu utama AS non-NATO,” ungkap Sekertaris Negara AS, Hillary Clinton dalam kunjungannya ke Kabul, Afghanistan.

Clinton mengatakan, situasi keamanan di Afghanistan, meskipun jauh dari ideal, tentu lebih stabil dibanding sebelumnya. Sementara kapasitas pasukan keamanan Afghanistan telah meningkat secara signifikan.

"AS tidak meninggalkan Afghanistan. Justru sebaliknya, kita sedang membangun kemitraan antara kedua negara agar Afghanistan mampu bertahan," ujar Clinton. Seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (7/7/2012).

Kesepakatan itu mencakup kerangka kerja jangka panjang untuk keamanan dan pertahanan Afghanistan. Kerjasama tersebut akan memberikan hak istimewa bagi mantan negara jajahan AS tersebut.

"Kami melihat kerjasama ini sebagai simbol kuat dari komitmen AS untuk masa depan Afghanistan. Hubungan tersebut akan bermanfaat selama masa transisi," kata Clinton setelah berbincang dengan Presiden Hamid Karzai.

Pemberian status sekutu AS non-NATO akan berguna bagi Afghanistan, mengingat AS telah bersiap menarik pasukannya keluar Afghanistan pada 2014 mendatang. Status baru yang segera diberlakukan itu akan membuat Afghanistan lebih mudah membeli dan membiayai akuisisi peralatan pertahanan AS, bersama dengan manfaat lain.

Profesor di universitas Kabul, Najeeb Azizi mengatakan, langkah itu datang pada waktu yang tepat. "Kepercayaan rakyat Afghanistan terhadap masyarakat internasional sekarang terus menurun, khususnya terhadap AS. Mereka bingung apa yang akan terjadi pada Afghanistan hingga taahun 2014," kata dia.

Menurut Azizi, penjelasan Clinton yang dinyatakan hanya satu hari sebelum konferensi Tokyo itu akan memberikan dukungan bagi pasukan militer Afghanistan. Karena AS telah mengizinkan negara ini untuk membeli dan mengimpor persenjataan dari AS tanpa batasan. Selain itu, kesepakatan tersebut juga akan membangun kepercayaan internasional terhadap pemerintah Afghanistan.

Clinton melakukan perjalanan ke Afghanistan dari Perancis, dimana dia telah menghadiri konferensi "Friends of Syria" yang dihadiri lebih dari 100 negara.
()
Berita Terkait
Perang Amerika Serikat...
Perang Amerika Serikat usai Serangan 11 September Tewaskan 4,5 Juta Orang
Taliban, Sekutu yang...
Taliban, Sekutu yang Berubah Jadi Musuh Amerika Serikat
Alasan Virus Corona,...
Alasan Virus Corona, Trump Desak Pasukan AS Ditarik dari Afganistan
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ngotot Serangan Rudal di Kabul Tewaskan Teroris ISIS-K
Setop Taliban, Amerika...
Setop Taliban, Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Berita Terkini
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
41 menit yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
2 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
4 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved