Hollande: Assad harus pergi dari Suriah
Jum'at, 06 Juli 2012 - 23:40 WIB
Hollande: Assad harus pergi dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Dalam pertemuan yang membahas kerusuhan Suriah di Paris, Perancis,Presiden Perancis Francois Hollande membuka konferensi dengan meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur dan meninggalkan negara itu.
’’Bashar al-Assad harus pergi. Suatu pemerintahan transisi harus dibentuk. Pemerintahan transisi diperlukan untuk melayani kepentingan semua orang,” ujar Hollande dalam pidatonya. Seperti dikutip dari Presstv, Jumat (6/7/2012).
Sebelumnya, Liga Arab utusan Kofi Annan mengusulkan pembentukan pemerintahan transisi dalam pertemuan yang diadakan di Jenewa pada minggu lalu. Pertemuan Jenewa itu menyimpulkan, Suriah membutuhkan lembaga pemerintahan guna mengatur transisi. Anggotanya dapat berasal dari pemerintah sekarang, oposisi, maupun kelompok lainnya. Namun, lembaga ini harus dibentuk atas dasar kesepakatan bersama.
Suriah telah menjadi ajang protes dan kekerasan sejak Maret 2011. Kekuatan negara-negara Barat terus mendorong Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur.
Pihak Barat dan oposisi menuduh Pemerintah Suriah telah membunuh demonstran, tetapi Assad justru menyalahkan pemberontak, para penyabotase, dan kelompok teroris bersenjata yang menyebabkan kerusuhan. Assad bersikeras menegaskan bahwa Suriah sedang diatur luar negeri.
’’Bashar al-Assad harus pergi. Suatu pemerintahan transisi harus dibentuk. Pemerintahan transisi diperlukan untuk melayani kepentingan semua orang,” ujar Hollande dalam pidatonya. Seperti dikutip dari Presstv, Jumat (6/7/2012).
Sebelumnya, Liga Arab utusan Kofi Annan mengusulkan pembentukan pemerintahan transisi dalam pertemuan yang diadakan di Jenewa pada minggu lalu. Pertemuan Jenewa itu menyimpulkan, Suriah membutuhkan lembaga pemerintahan guna mengatur transisi. Anggotanya dapat berasal dari pemerintah sekarang, oposisi, maupun kelompok lainnya. Namun, lembaga ini harus dibentuk atas dasar kesepakatan bersama.
Suriah telah menjadi ajang protes dan kekerasan sejak Maret 2011. Kekuatan negara-negara Barat terus mendorong Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur.
Pihak Barat dan oposisi menuduh Pemerintah Suriah telah membunuh demonstran, tetapi Assad justru menyalahkan pemberontak, para penyabotase, dan kelompok teroris bersenjata yang menyebabkan kerusuhan. Assad bersikeras menegaskan bahwa Suriah sedang diatur luar negeri.
()