Jerman sesalkan aksi boikot China & Rusia
Jum'at, 06 Juli 2012 - 10:20 WIB
Jerman sesalkan aksi boikot China & Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Kanselir Jerman Angela Markel menyesalkan boikot yang dilakukan oleh China dan Rusia. Kedua negara tersebut menolak menghadiri pertemuan sahabat bagi Suriah.
"Ini bukan pertanda baik saat dua negara memutuskan menolak hadir dalam pertemuan ini," ungkap Markel seperti dilansir Presstv, Jumat (6/7/2012).
"Tetapi kita tidak harus selalu tergantung pada kedua negara ini, perundingan akan berjalan lebih baik jika perundiangan dihadiri oleh semua pihak yang berpartisipasi. Namun situasi di lapangan menutut semua pihak yang mau terlibat untuk menyelesaikan masalah," imbuh Markel.
Pertemuan sahabat yang direncanakan berlansung hari ini akan tetap diselanggarakan oleh Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Arab Saudi, dan Qatar. Walaupun, Pemerintah China dan Rusia memboikot pertemuan sahabat bagi Suriah.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Liu Weimin mengatakan, Beijing tidak akan menghadiri pertemuan sahabat yang diselanggarakan Jumat 6 Juli. Pernyataan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memboikot pertemuan ini pada Senin 2 Juli lalu.
Keduanya menilai agenda pertemuan sahabat kali ini melenceng dengan kesepakatan diplomat internasional di Jenewa akhir pekan lalu. Pihak barat berencana membahas transisi politik sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis di Suriah.
"Sejak pertemuan Syria Action Group pada 30 Juni di Geneva, pembentukan forum lain untuk menyelesaikan konflik Suriah tidak lagi dibutuhkan, pertemuan sahabat berpihak pada satu kelompok, oposisi Suriah," ungkap Menteri Luar Negeru Rusia, Sergei Lavrov.
Setelah lebih dari 16 bulan aksi kekesaran di Suriah terus berlangsung, sementara itu korban jiwa terus berjatuhan sampai saat ini diperkirakan lebih dari 9.000 orang telah tewas. Penerapan proposal perdamian yang dilakukan oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan belum dilaksanakan sepenuhnya.
"Ini bukan pertanda baik saat dua negara memutuskan menolak hadir dalam pertemuan ini," ungkap Markel seperti dilansir Presstv, Jumat (6/7/2012).
"Tetapi kita tidak harus selalu tergantung pada kedua negara ini, perundingan akan berjalan lebih baik jika perundiangan dihadiri oleh semua pihak yang berpartisipasi. Namun situasi di lapangan menutut semua pihak yang mau terlibat untuk menyelesaikan masalah," imbuh Markel.
Pertemuan sahabat yang direncanakan berlansung hari ini akan tetap diselanggarakan oleh Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Arab Saudi, dan Qatar. Walaupun, Pemerintah China dan Rusia memboikot pertemuan sahabat bagi Suriah.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri China Liu Weimin mengatakan, Beijing tidak akan menghadiri pertemuan sahabat yang diselanggarakan Jumat 6 Juli. Pernyataan ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memboikot pertemuan ini pada Senin 2 Juli lalu.
Keduanya menilai agenda pertemuan sahabat kali ini melenceng dengan kesepakatan diplomat internasional di Jenewa akhir pekan lalu. Pihak barat berencana membahas transisi politik sebagai solusi untuk menyelesaikan krisis di Suriah.
"Sejak pertemuan Syria Action Group pada 30 Juni di Geneva, pembentukan forum lain untuk menyelesaikan konflik Suriah tidak lagi dibutuhkan, pertemuan sahabat berpihak pada satu kelompok, oposisi Suriah," ungkap Menteri Luar Negeru Rusia, Sergei Lavrov.
Setelah lebih dari 16 bulan aksi kekesaran di Suriah terus berlangsung, sementara itu korban jiwa terus berjatuhan sampai saat ini diperkirakan lebih dari 9.000 orang telah tewas. Penerapan proposal perdamian yang dilakukan oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan belum dilaksanakan sepenuhnya.
()