Hari Kemerdekaan AS diwarnai bencana alam
Kamis, 05 Juli 2012 - 12:06 WIB
Hari Kemerdekaan AS diwarnai bencana alam
A
A
A
Sindonews.com – Hanya sekitar satu juta orang warga merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS). Pasalnya warga sedang berduka setelah pada pekan sebelumnya, badai dahsyat menghantam dataran AS.
“Beberapa kota membatalkan perayaan kembang api yang menandai libur nasional,” kata seorang polisi, seperti dilansir dalam BBC, Kamis (5/7/2012).
Bencana alam ini disebabkan fenomena meteorologi dikenal sebagai derecho. Derecho merupakan badai kencang yang bergerak cepat. Derecho meruntuhkan pohon dan tiang listrik. Setelah dilanda badai dan hujan deras Jumat lalu, kini 3 juta orang tanpa listrik.
Selain itu, jutaan orang juga menahan terik akibat gelombang panas brutal yang mencapai suhu di atas 38 derajat Celsius (100 Fahrenheit) di bagian barat AS. Kejadian itu telah membuat petugas keamanan untuk memadamkan api di kota-kota di 20 negara. Panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan 26 kematian di tujuh negara.
Badan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan panas yang berlebihan untuk bagian Ohio, Kentucky, Minnesota, Wisconsin, Missouri, Nebraska, Iowa, South Dakota, Illinois, Michigan, Indiana, New Jersey, Pennsylvania, dan Delaware.
Indeks panas diperkirakan bisa menanjak ke 105F (41C) di beberapa daerah bencana. Sementara Departemen Energi AS mengutarakan, 317.000 orang tidak memiliki listrik.
Saat perayaan Hari Kemerdekaan, Kota Rockville di Maryland membatalkan perayaan resmi Hari Kemerdekaan karena pohon-pohon dan kawat memblokir dua dari tiga pintu masuk ke tempat tersebut. Sedangkan negara bagian Virginia Barat dilaporkan dinyatakan sebagai daerah dengan jumlah korban terbesar.
“Beberapa kota membatalkan perayaan kembang api yang menandai libur nasional,” kata seorang polisi, seperti dilansir dalam BBC, Kamis (5/7/2012).
Bencana alam ini disebabkan fenomena meteorologi dikenal sebagai derecho. Derecho merupakan badai kencang yang bergerak cepat. Derecho meruntuhkan pohon dan tiang listrik. Setelah dilanda badai dan hujan deras Jumat lalu, kini 3 juta orang tanpa listrik.
Selain itu, jutaan orang juga menahan terik akibat gelombang panas brutal yang mencapai suhu di atas 38 derajat Celsius (100 Fahrenheit) di bagian barat AS. Kejadian itu telah membuat petugas keamanan untuk memadamkan api di kota-kota di 20 negara. Panas ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari telah menyebabkan 26 kematian di tujuh negara.
Badan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan panas yang berlebihan untuk bagian Ohio, Kentucky, Minnesota, Wisconsin, Missouri, Nebraska, Iowa, South Dakota, Illinois, Michigan, Indiana, New Jersey, Pennsylvania, dan Delaware.
Indeks panas diperkirakan bisa menanjak ke 105F (41C) di beberapa daerah bencana. Sementara Departemen Energi AS mengutarakan, 317.000 orang tidak memiliki listrik.
Saat perayaan Hari Kemerdekaan, Kota Rockville di Maryland membatalkan perayaan resmi Hari Kemerdekaan karena pohon-pohon dan kawat memblokir dua dari tiga pintu masuk ke tempat tersebut. Sedangkan negara bagian Virginia Barat dilaporkan dinyatakan sebagai daerah dengan jumlah korban terbesar.
()