Polisi Afghanistan tembak mati tiga tentara Inggris
Selasa, 03 Juli 2012 - 05:07 WIB
Polisi Afghanistan tembak mati tiga tentara Inggris
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan, tiga tentara Inggris tewas dibunuh seorang polisi di Afghanistan selatan. Penembakan itu terjadi di Checkpoint Kamparack Pul di Nahr-e-Saraj saat tiga tentara nahas tersebut sedang menghadiri pertemuan dengan para senior. Mereka ditembak saat meninggalkan pos pemeriksaan.
"Saya terpukul mendengar berita mengerikan ini," ujar Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti dilansir dalam BBC, Selasa (3/7/2012).
Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan, tiga tentara itu ditembak dan terluka parah pada hari Minggu ketika mereka meninggalkan sebuah pos pemeriksaan di provinsi Helmand. Dua orang ditemukan pasukan Pengawal 1 Batalyon dan satu orang lagi bersama petugas Sinyal Korps Royal.
"Insiden tragis memperlihatkan risiko nyata yang harus dihadapi para prajurit setiap hari. Namun, Pemerintah Inggris akan mencari tahu bagaimana pembunuhan itu terjadi. Sehingga bisa melakukan antisipasi pada masa mendatang," ungkap Cameron.
Penembakan ini disebut serangan "hijau biru", karena warna yang hijau mewakili Afghanistan dan biru mewakili North Atlantic Treaty Organization (NATO). Para tentara itu merupakan bagian dari International Security Assistance Force (ISAF), organisasi pimpinan NATO.
ISAF melakukan pelatihan di Afghanistan menjelang serah terima tanggung jawab keamanan pada 2014. Pasukan Inggris bekerja dan hidup berdampingan dengan tentara Afghanistan dan pasukan polisi. Hingga kini, ebih dari 20 personel asing tewas dalam penembakan liar di Afghanistan tahun 2012.
"Saya terpukul mendengar berita mengerikan ini," ujar Perdana Menteri Inggris, David Cameron, seperti dilansir dalam BBC, Selasa (3/7/2012).
Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan, tiga tentara itu ditembak dan terluka parah pada hari Minggu ketika mereka meninggalkan sebuah pos pemeriksaan di provinsi Helmand. Dua orang ditemukan pasukan Pengawal 1 Batalyon dan satu orang lagi bersama petugas Sinyal Korps Royal.
"Insiden tragis memperlihatkan risiko nyata yang harus dihadapi para prajurit setiap hari. Namun, Pemerintah Inggris akan mencari tahu bagaimana pembunuhan itu terjadi. Sehingga bisa melakukan antisipasi pada masa mendatang," ungkap Cameron.
Penembakan ini disebut serangan "hijau biru", karena warna yang hijau mewakili Afghanistan dan biru mewakili North Atlantic Treaty Organization (NATO). Para tentara itu merupakan bagian dari International Security Assistance Force (ISAF), organisasi pimpinan NATO.
ISAF melakukan pelatihan di Afghanistan menjelang serah terima tanggung jawab keamanan pada 2014. Pasukan Inggris bekerja dan hidup berdampingan dengan tentara Afghanistan dan pasukan polisi. Hingga kini, ebih dari 20 personel asing tewas dalam penembakan liar di Afghanistan tahun 2012.
()