Abbas: Negosiasi adalah jalan damai Palestina-Israel
Rabu, 27 Juni 2012 - 10:10 WIB
Abbas: Negosiasi adalah jalan damai Palestina-Israel
A
A
A
Sindonews.com-Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, perdamaian antara Palestina dengan Israel hanya bisa terwujud melalui negosiasi.
"Palestina mendesak terwujudnya konfrensi perdamaian internasional di Rusia," ungkap Abbas dalam sebuah konfrensi pers bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin di kota suci Betlehem.
Tahun 2005 lalu, Putin telah mengusulkan penyelenggaraan konfrensi perdamaian antara Israel dengan Palestina. Namun, saran Putin ini ditanggapi secara dingin oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Kemudian, pada 2006 AS mulai mensponsori beberapa perundingan antara Israel dengan Palestina, sayang dalam putaran akhir 2010, negosiasi kembali menemui kebuntuan.
Pemerintah Palestina menolak melanjutkan perundingan dengan Israel jika mereka terus membangun pemukiman di atas wilayah kedaulatan Palestina. Kebuntuan disebabkan Israel menolak menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi yang telah dinyatakan sebagai milik Palestina pada 1967. Israel terus melakukan pembangunan di wilayah tepi barat dan Jarusalem bagian Timur.
Sementara Putin mengatakan, tidak menjadi masalah bagi Rusia untuk mengakui kemerdekaan Pelestina, meskipun AS dan Israel tidak mengakuinya.
"Menciptakan perdamaian dunia membutuhkan sebuah komitmen. Pengendalian diri dan komitmen tentunya akan memudahkan untuk mencapai kesatuan politik di bawah Palestine Liberation Organization (PLO)," ungkap Putin seperti diberitakan Xinhua, Rabu (27/6/2012).
Saat ini, Abbas juga telah meminta bantuan Putin untuk bernegosiasi dengan pemerintah Isreal, seputar penahanan warga palestina yang dipenjara di tahanan Israel, khususnya mereka yang ditahan sebelum 1994.
"Palestina mendesak terwujudnya konfrensi perdamaian internasional di Rusia," ungkap Abbas dalam sebuah konfrensi pers bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin di kota suci Betlehem.
Tahun 2005 lalu, Putin telah mengusulkan penyelenggaraan konfrensi perdamaian antara Israel dengan Palestina. Namun, saran Putin ini ditanggapi secara dingin oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Kemudian, pada 2006 AS mulai mensponsori beberapa perundingan antara Israel dengan Palestina, sayang dalam putaran akhir 2010, negosiasi kembali menemui kebuntuan.
Pemerintah Palestina menolak melanjutkan perundingan dengan Israel jika mereka terus membangun pemukiman di atas wilayah kedaulatan Palestina. Kebuntuan disebabkan Israel menolak menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi yang telah dinyatakan sebagai milik Palestina pada 1967. Israel terus melakukan pembangunan di wilayah tepi barat dan Jarusalem bagian Timur.
Sementara Putin mengatakan, tidak menjadi masalah bagi Rusia untuk mengakui kemerdekaan Pelestina, meskipun AS dan Israel tidak mengakuinya.
"Menciptakan perdamaian dunia membutuhkan sebuah komitmen. Pengendalian diri dan komitmen tentunya akan memudahkan untuk mencapai kesatuan politik di bawah Palestine Liberation Organization (PLO)," ungkap Putin seperti diberitakan Xinhua, Rabu (27/6/2012).
Saat ini, Abbas juga telah meminta bantuan Putin untuk bernegosiasi dengan pemerintah Isreal, seputar penahanan warga palestina yang dipenjara di tahanan Israel, khususnya mereka yang ditahan sebelum 1994.
()