Lindungi korupsi Presiden, PM Pakistan diberhentikan

Rabu, 20 Juni 2012 - 19:07 WIB
Lindungi korupsi Presiden,...
Lindungi korupsi Presiden, PM Pakistan diberhentikan
A A A
Sindonews.com - Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari dan sekutunya kini sedang mencari pengganti Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani yang diberhentikan Mahkamah Agung (MA) Pakistan.

Kemarin, Selasa 19 Juni 2012, MA memutuskan memberhentikan Yousuf Raza Gilani karena gagal membuka pengusutan korupsi yang dilakukan oleh Presiden Pakistan,Asif Ali Zardari. Pemerintah Pakistan yang tidak memiliki rencana banding ataupun tindakan penentangan lain atas keputusan MA Pakistan.

Seperti diberitakan dalam the bellinghamherlad, Rabu, (20/6/2012), Menteri Hukum Pakistan, Maula Bukhsh Chandio mengatakan, calon pengganti Gilani akan dipilih oleh anggota parlemen dan nantinya presiden yang akan memutuskan siapa calon yang akan menjadi Perdana Menteri baru Pakistan.

MA Pakistan sebelumnya meminta Perdana Menteri Gilani untuk menulis kepada otoritas Swiss untuk membuka kembali kasus korupsi terhadap Presiden Zardari. Namun, Gilani menolak, ia bersikeras mengatakan bahwa Presiden menikmati kekebalan atas kasus pengadilan.
()
Berita Terkini
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
1 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
1 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
4 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
5 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
6 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
7 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved