Masjid di Palestina diserang kelompok tak dikenal
Selasa, 19 Juni 2012 - 19:32 WIB
Masjid di Palestina diserang kelompok tak dikenal
A
A
A
Sindonews.com - Sekelompok pengacau tak dikenal membakar dan merusak dan mencorat-coret dalam bahasa ibrani sebuah masjid di dekat Ramallah, sebuah lokasi yang disengketakan Akibat insiden ini, proses evakuasi penduduk yang menempati wilayah ini tertunda .
"Pukul 01.00 pagi kami mendengar teriakan warga desa bahwa masjid itu terbakar, 300 orang yang sedang terlelap kontan terbangun saat mengetahui kebakaran. Mereka semua langsung membantu proses pemadaman api," ungkap Walikota Jab'a, Abdul Karim Sharaf sepertti diberitakan dalam Xinhua, Selasa (19/6/2012).
Biro Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kontan mengeluarkan penyataan bahwa mereka mengutuk aksi penyerangan tersebut.
"Tindakan ini sangat tidak bersahabat, aksi pelanggaran hukum yang tidak bertanggung jawab, dan kami tidak akan tinggal diam siapa pelaku kejahatan ini akan segera kami bawa ke pengadilan," ungkap Netanyahu..
Aksi penyerangan ini kemungkinan ulah penduduk yang menolak digusur dari wilayah Ulpana Bet El, sebanyak 30 kepala keluarga akan digusur pada 1 Juli mendatang. Saat ini pasukan pertahanan Israel, Israel Defense Forces (IDF) dan polisi Israel sedang berupaya mengumpulkan bukti forensik dan menyisir wilayah sekitar guna mencari tersangka.
Diduga kuat pelaku penyerangan ini adalah pemuda yang bermukim di puncak bukit. Mereka pernah melakukan serangan terhadap warga Palestina, Israel Arab dan juga menghancurkan properti tentara Israel.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan tindakan tercela ini bertujuan merusak tatanan kehidupan di daerah tersebut dan mengalihkan perhatian IDF dan pasukan keamanan dari misi mereka.
"Pukul 01.00 pagi kami mendengar teriakan warga desa bahwa masjid itu terbakar, 300 orang yang sedang terlelap kontan terbangun saat mengetahui kebakaran. Mereka semua langsung membantu proses pemadaman api," ungkap Walikota Jab'a, Abdul Karim Sharaf sepertti diberitakan dalam Xinhua, Selasa (19/6/2012).
Biro Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kontan mengeluarkan penyataan bahwa mereka mengutuk aksi penyerangan tersebut.
"Tindakan ini sangat tidak bersahabat, aksi pelanggaran hukum yang tidak bertanggung jawab, dan kami tidak akan tinggal diam siapa pelaku kejahatan ini akan segera kami bawa ke pengadilan," ungkap Netanyahu..
Aksi penyerangan ini kemungkinan ulah penduduk yang menolak digusur dari wilayah Ulpana Bet El, sebanyak 30 kepala keluarga akan digusur pada 1 Juli mendatang. Saat ini pasukan pertahanan Israel, Israel Defense Forces (IDF) dan polisi Israel sedang berupaya mengumpulkan bukti forensik dan menyisir wilayah sekitar guna mencari tersangka.
Diduga kuat pelaku penyerangan ini adalah pemuda yang bermukim di puncak bukit. Mereka pernah melakukan serangan terhadap warga Palestina, Israel Arab dan juga menghancurkan properti tentara Israel.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan tindakan tercela ini bertujuan merusak tatanan kehidupan di daerah tersebut dan mengalihkan perhatian IDF dan pasukan keamanan dari misi mereka.
()