Putin & Obama serukan penyelesaian krisis Suriah
Selasa, 19 Juni 2012 - 17:08 WIB
Putin & Obama serukan penyelesaian krisis Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G 20 di Mexiko menyerukan penghentikan konflik Suriah.
Ditemui pra wartawan secara terpisah, kedua pemimpin yang berbeda cara pandang menyelesaikan konflik Suriah mengatakan, mereka telah menyepakati beberapa poin terkait proses politik dan berjanji akan bekerja sama dengan Utusan perdamaian PBB dan Liga Arab Kofi Annan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah.
"Pertumpahan berdarah di Suriah harus segera dihentikan. Rakyat Suriah memiliki masa depan, mereka punya kesempatan untuk tumbuh menjadi bangsa yang mandiri dan demokratis," ungkap Obama seperti beritakan dalam Abcnet.au, Selasa (19/6/2012).
Sementara itu, Putin mengatakan militer Rusia siap mengirimkan bantuan militer dan dua kapal perang kepada angkatan laut Suriah. Keberadaan militer ini diperlukan untuk mengamankan pangkalan militer Suriah di Tartus, satu-satunya pangkalan laut di luar Rusia.
Pengiriman kapal perang ini dimaksudkan untuk mengamankan warga Rusia yang berada di Suriah. Dua kapal perang ini mengangkut marinir dan tank.
Pengiriman kapal perang ini merupakan pertanda signifikan peran militer Rusia di Suriah, sebelumnya militer Rusia telah mengirimkan rudal pertahanan kepada Damaskus.
Kedua pemimpin besar yang sejak awal tidak pernah satu suara mengenai resolusi terhadap konflik Suriah, kini menunjukan tanda-tanda untuk segera mengakhir konflik, menyusul banyaknya jumlah korban sipil yang terus berjatuhan.
Ditemui pra wartawan secara terpisah, kedua pemimpin yang berbeda cara pandang menyelesaikan konflik Suriah mengatakan, mereka telah menyepakati beberapa poin terkait proses politik dan berjanji akan bekerja sama dengan Utusan perdamaian PBB dan Liga Arab Kofi Annan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah.
"Pertumpahan berdarah di Suriah harus segera dihentikan. Rakyat Suriah memiliki masa depan, mereka punya kesempatan untuk tumbuh menjadi bangsa yang mandiri dan demokratis," ungkap Obama seperti beritakan dalam Abcnet.au, Selasa (19/6/2012).
Sementara itu, Putin mengatakan militer Rusia siap mengirimkan bantuan militer dan dua kapal perang kepada angkatan laut Suriah. Keberadaan militer ini diperlukan untuk mengamankan pangkalan militer Suriah di Tartus, satu-satunya pangkalan laut di luar Rusia.
Pengiriman kapal perang ini dimaksudkan untuk mengamankan warga Rusia yang berada di Suriah. Dua kapal perang ini mengangkut marinir dan tank.
Pengiriman kapal perang ini merupakan pertanda signifikan peran militer Rusia di Suriah, sebelumnya militer Rusia telah mengirimkan rudal pertahanan kepada Damaskus.
Kedua pemimpin besar yang sejak awal tidak pernah satu suara mengenai resolusi terhadap konflik Suriah, kini menunjukan tanda-tanda untuk segera mengakhir konflik, menyusul banyaknya jumlah korban sipil yang terus berjatuhan.
()