Hak imunitas hilang , Sarkozy diinvestigasi

Selasa, 19 Juni 2012 - 14:17 WIB
Hak imunitas hilang...
Hak imunitas hilang , Sarkozy diinvestigasi
A A A
Sindonews.com - Diduga melakukan korupsi dan melakukan penggelapan biaya kampanye, mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy kini tengah diselidiki atas dua kejahatan tersebut.

Sarkozy saat itu bertindak sebagai menteri keuangan dan juru bicara kampanye Perdana Menteri, Edouard Balladur. Ia diduga terlibat dalam skandal Karachi.

Tim penyelidik akan mencari tahu apakah ia memiliki keterkaitan suap untuk membiayai kampanye dengan penjualan kapal selam Agosta yang dijual oleh pemerintah Balladur Prancis kepada Pakistan tahun 1990 silam.

Pengacara warga Prancis yang menjadi korban pengemboman tahun 2002 di Karachi, Pakistan mengajukan keluhan kepada pengadilan Prancis terhadap Sarkozy.

Dari sana tim penyelidik akan menyelidiki apakah ada keterkaitan antara peristiwa pemboman tahun 2002 merupakan sebuah pembalasan atas keputusan pemerintah Prancis yang menghentikan pembayaran komisi penjualan.

Diketahui, dalam insiden pemboman tahun 2002 tersebut, 15 orang dilaporkan tewas. Sebagian besar korban adalah kontraktor pertahanan Prancis.

Berdasarkan konstitusi yang berlaku di Prancis, Presiden memiliki kekebalan hukum saat ia memerintah menjadi presiden. Sebulan sejak masa jabatan pemerintahanya berakhir pada Jumat 15 Juni lalu, Sarkozy tidak lagi memiliki kekebalan hukum.
()
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
6 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
7 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
8 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved