Tentara Israel & gerilyawan Mesir baku tembak
Senin, 18 Juni 2012 - 19:59 WIB
Tentara Israel & gerilyawan Mesir baku tembak
A
A
A
Sindonews.com – Baku tembak terjadi antara tentara Isreal dan gerilyawan Mesir di wilayah perbatasan. Dua orang tentara Israel dan seorang militan dilaporkan tewas akibat serangan ini.
Menurut pengakuan militer Israel, sekelompok pria bersenjata menyerang konvoi pekerja konstruksi yang akan membangun pagar keamanan di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Israel. Geriliyawan diduga berasal dari Mesir ini tidak hanya melepaskan tembakan tetapi juga melemparkan bom kearah konvoi pekerja konstruksi.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan insiden penyerangan ini sangat mengganggu. Gerilyawan Mesir dari wilayah Sinai telah mencoba memasuki Israel.
“Target dari penyerangan ini bukanlah tentara Israel melainkan para pekerja konstruksi. Gerilyawan yang berasal dari Mesir ini mencoba menghambat pembangunan tembok perbatasan,” ungkap militer Israel seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin (18/6/2012).
Militer Israel untuk sementara waktu akan menutup pembangunan tembok keamanan dan akan terus mencari geriliyawan pelaku penyerangan. Kemungkinan sekitar tiga atau empat orang gerilyawan berhasil memasuki wilayah Israel.
Menurut pengakuan militer Israel, sekelompok pria bersenjata menyerang konvoi pekerja konstruksi yang akan membangun pagar keamanan di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Israel. Geriliyawan diduga berasal dari Mesir ini tidak hanya melepaskan tembakan tetapi juga melemparkan bom kearah konvoi pekerja konstruksi.
Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan insiden penyerangan ini sangat mengganggu. Gerilyawan Mesir dari wilayah Sinai telah mencoba memasuki Israel.
“Target dari penyerangan ini bukanlah tentara Israel melainkan para pekerja konstruksi. Gerilyawan yang berasal dari Mesir ini mencoba menghambat pembangunan tembok perbatasan,” ungkap militer Israel seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin (18/6/2012).
Militer Israel untuk sementara waktu akan menutup pembangunan tembok keamanan dan akan terus mencari geriliyawan pelaku penyerangan. Kemungkinan sekitar tiga atau empat orang gerilyawan berhasil memasuki wilayah Israel.
()