Rusia nilai Iran serius selesaikan masalah nuklirnya
Jum'at, 08 Juni 2012 - 13:44 WIB
Rusia nilai Iran serius selesaikan masalah nuklirnya
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pemerintah Iran tidak main-main untuk menyelesaikan masalah program pengembangan nuklirnya.
"Kami menilai bahwa perintah Iran serius menciptakan sebuah proses negosiasi yang stabil," ungkap Lavrov seperti diberitakan dalam Presstv, Jumat (8/6/2012).
Sebelumnya pemerintah Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman (P5+1) telah mengadakan tiga sesi perundingan di Baghdad pada 23-24 Mei 2012 lalu. Dalam perundingan tersebut Iran bersikeras mengatakan bahwa Iran memiliki hak untuk mengembangkan uranium. Sementara P5+1 tidak menginginkan Iran melanjutkan hal tersebut.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat melanjutkan perundingan pada 18 dan 19 Juni mendatang di Moskow, Rusia. "Saya harap pertemuan di Moskow berikutnya akan menghasilkan sesuatu tahapan yang penting untuk masalah pengembangan nuklir Iran," ungkap Lavrov.
Diketahui, selama ini Amerika Serikat (AS) menuduh Iran mengembangkan nuklir untuk membuat senjata nuklir. AS menilai pengembangan nuklir Iran untuk tujuan sipil merupakan dalih agar mereka tidak mendapat sanksi dan tekanan internasional.
Sementara itu, pemerintah Iran mebantah semua tuduhan tersebut, Iran memiliki hak untuk mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. Sebagai negara anggota Perjanjian Nuklir Non-Proliferasi, Iran bertekad mengembangkan nuklir untuk tujuan damai dan tidak melanggar aturan yang tertulis dalam perjanjian tersebut.
"Kami menilai bahwa perintah Iran serius menciptakan sebuah proses negosiasi yang stabil," ungkap Lavrov seperti diberitakan dalam Presstv, Jumat (8/6/2012).
Sebelumnya pemerintah Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman (P5+1) telah mengadakan tiga sesi perundingan di Baghdad pada 23-24 Mei 2012 lalu. Dalam perundingan tersebut Iran bersikeras mengatakan bahwa Iran memiliki hak untuk mengembangkan uranium. Sementara P5+1 tidak menginginkan Iran melanjutkan hal tersebut.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat melanjutkan perundingan pada 18 dan 19 Juni mendatang di Moskow, Rusia. "Saya harap pertemuan di Moskow berikutnya akan menghasilkan sesuatu tahapan yang penting untuk masalah pengembangan nuklir Iran," ungkap Lavrov.
Diketahui, selama ini Amerika Serikat (AS) menuduh Iran mengembangkan nuklir untuk membuat senjata nuklir. AS menilai pengembangan nuklir Iran untuk tujuan sipil merupakan dalih agar mereka tidak mendapat sanksi dan tekanan internasional.
Sementara itu, pemerintah Iran mebantah semua tuduhan tersebut, Iran memiliki hak untuk mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. Sebagai negara anggota Perjanjian Nuklir Non-Proliferasi, Iran bertekad mengembangkan nuklir untuk tujuan damai dan tidak melanggar aturan yang tertulis dalam perjanjian tersebut.
()