China bantah bertukar senjata dengan Korut
Jum'at, 01 Juni 2012 - 17:44 WIB
China bantah bertukar senjata dengan Korut
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China membantah kabar telah membuat kesepakatan pertukaran perlengkapan militer dengan Korea Utara (Korut).
Keberadaan China sangat penting bagi Korut. China akan selalu menjadi pihak yang selalu membantu Korut. Namun, China belum menandatangani persetujuan untuk melakukan pertukaran senjata dengan Korut.
’’Sejauh ini pemerintah China memang memiliki hubungan yang sangat erat. Kedua negara juga senantiasa mengembangkan hubungan militer. Namun, sampai saat ini, kedua negara masih belum membuat kesepakatan untuk saling bertukar perlengkapan senjata,” ungkap Menteri Pertahanan China, Yang Yujun seperti diberitakan dalam peopledaily, Jumat (1/6/2012)
Hubungan China dan Korut dalam beberapa tahun terakhir tumbuh dengan stabil. Misalnya pada 2008, Angkatan Udara dan Angkatan Laut China dan Korut membuat saluran telepon langsung.
"Pembangunan saluran telepon adalah contoh nyata bahwa kedua negara berkomitmen meningkatkan persahabatan dan terus ingin meningkatkan persahabatan yang telah dijalin," ungkap Yang
Peningkatan hubungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan koordinasi sekaligus mencegah kesalahpahaman di antara kedua belah pihak.
Keberadaan China sangat penting bagi Korut. China akan selalu menjadi pihak yang selalu membantu Korut. Namun, China belum menandatangani persetujuan untuk melakukan pertukaran senjata dengan Korut.
’’Sejauh ini pemerintah China memang memiliki hubungan yang sangat erat. Kedua negara juga senantiasa mengembangkan hubungan militer. Namun, sampai saat ini, kedua negara masih belum membuat kesepakatan untuk saling bertukar perlengkapan senjata,” ungkap Menteri Pertahanan China, Yang Yujun seperti diberitakan dalam peopledaily, Jumat (1/6/2012)
Hubungan China dan Korut dalam beberapa tahun terakhir tumbuh dengan stabil. Misalnya pada 2008, Angkatan Udara dan Angkatan Laut China dan Korut membuat saluran telepon langsung.
"Pembangunan saluran telepon adalah contoh nyata bahwa kedua negara berkomitmen meningkatkan persahabatan dan terus ingin meningkatkan persahabatan yang telah dijalin," ungkap Yang
Peningkatan hubungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan koordinasi sekaligus mencegah kesalahpahaman di antara kedua belah pihak.
()