Perundingan nuklir Iran terancam deadlock

Kamis, 24 Mei 2012 - 12:22 WIB
Perundingan nuklir Iran...
Perundingan nuklir Iran terancam deadlock
A A A
Sindonews.com - Perundingan program nuklir antara Iran dengan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman (P5+1) terancam deadlock. Pasalnya, perundingan sesi pertama yang dilakukan Rabu (23/5), tidak menemukan solusi baru.

Para negosiator enam negara kekuatan dunia (P5+1), Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, China dan Jerman membutuhkan waktu lebih dari dua hari untuk menyelesaikan perundingan nuklir Iran.

Seperti diberitakan dalam BBc.co.uk, P5+1 berupaya membujuk Iran untuk meninjau kembali program pengayaan uranium di reaktor nuklirnya. Namun, Iran mengatakan pengayaan uranium merupakan hak Iran yang tidak dapat didiskusikan.

Negara Barat datang dengan membawa proposal baru, kombinasi proposal lama dan roposal baru. Mereka menawarkan isotop medis dan kerja sama nuklir yang aman. Sebagai gantinya, Iran harus menghentikan program pengayaan uraniumnya yang telah ditingkatkan menjadi 20 persen

Seperti diberitakan dalam IRNA, mengutip perkataan pemerintah Iran, penawaran itu sangat rumit. Sementara para mahasiswa Iran mengatakan tawaran yang diajukan kepada Iran sangat tidak adil.

Setelah menggelar perundingan, negosiator nuklir Iran, Saeed Jalili, mengatakan bahwa Iran mengajukan lima poin dalam proposal tentang isu-isu nuklir dan non nuklir. Namun, ia menguraikan lima poin secara detail.

Negara P5+1 dan Iran dijadwalkan akan melakukan dua sesi pembicaraan. Namun, baru sesi tahap pertama yang telah dituntaskan. Rabu malam pertemuan berbagai pertemuan bilateral juga digelar.

Pemerintah Iran dan Barat puluhan tahun tidak saling memercayai satu sama lain. Hal inilah yang menjadi kendala bagi kedua pihak untuk saling sepakat.

Perwakilan P5+1 dipimpin oleh kepala kebijakan Uni Eropa, Catherine Ashton. Ia mengatakan tujuan dari perundingan ini adalah menekan pengayaan nuklir Iran dan memastikan pengayaan nuklirnya untuk tujuan damai. Bagi Iran yang menjadi prioritas dari perundingan ini adalah mencegah UE menjatuhkan sanksi baru bagi Iran.

Pemerintah Iran meningkatkan keamanan saat perundingan berlangsung. Ribuan polisi dan pasukan militer disiagakan membuat zona hijau atau zona yang dijaga ketat bagi para negosiator.
()
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
2 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
5 jam yang lalu
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
6 jam yang lalu
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
7 jam yang lalu
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved