Pimpinan Partai Komunis China terlibat skandal

Kamis, 15 Maret 2012 - 13:50 WIB
Pimpinan Partai Komunis...
Pimpinan Partai Komunis China terlibat skandal
A A A
Sindonews.com - Lantaran terlibat skandal, pemimpin Partai Komunis Chongqing batal maju dalam pencalonan presiden (Capres) China.

Seperti dilansir dalam Xinhua, pemimpin Partai Komunis Chongqing China, Bo Xilai (62) dicopot dari jabatannya.

Bo Xilai merupakan kandidat calon terkuat pemimpin terkuat dalam partai ini yang akan mencalonkan diri dalam pergantian Presiden China beberapa bulan mendatang.

Partai Komunis Chongqing China menujuk Wakil Perdana Menteri Zhang Dejiang menggantikan Bo dalam pencalonan presiden mendatang.

Pencopotan jabatan Bo Xilai terjadi sehari setelah parlemen mengelar rapat tahunan yang dihadiri oleh National People's Congress (NPC), berbagai spekulasi tentang masa depan Bo Xilai dalam pemilihan Presiden China mendatang setelah ia Absen dalam rapat tahunan tersebut.

Bo Xilai sebelumnya telah melakukan konferensi pers di sela-sela pertemuan NPC.

"Ia merasa bahwa ia telah mempercayai orang yang salah," ungkap Bo Seperti dikutip dalam BBC.co.uk, Kamis (15/3/2012)

Skandal yang dilakukan oleh Bo Xilai terkuak saat seorang petugas kepolisan, Wang Lijun, mendatangi konsulat Amerika Serikat yang berada di China. Polisi tersebut meminta suaka, namun pemerintah AS tidak memberikan tanggapan apa pun.

Kedatangan Wang ke konsulat AS di kota Chengdu memicu rumor ia berniat untuk membelot. Sementara itu, media pemerintah melaporkan bahwa ia sedang cuti untuk memulihkan diri dari stres.

Wang, dituduh telah memimpin aksi kejahatan terorganisir di Chongqing. Akibatnya Wang dan Bo menjadi pusat perhatian, keduanya menjalani penyelidikan polisi atas keterlibatan dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan penyelidikan telah menemukan sejumlah kemajuan. Namun Wen tidak memberikan rincian tentang detail penyelidikan.

Wen mengimbau kepada sejumlah pemerintah lokal untuk berhati-hati dan menjadikan kasus yang disebut insiden yang sangat serius ini sebagai sebuah pelajaran.(azh)

()
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
5 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
34 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
57 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved