China desak PBB ubah strategi pertahanan

Selasa, 13 Maret 2012 - 19:49 WIB
China desak PBB ubah...
China desak PBB ubah strategi pertahanan
A A A
Sindonews.com - China menyerukan agar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengubah strategi pertahanan untuk mengatasi perubahan situasi di Timur Tengah (Timteng).

Dalam pertemuan tingkat tinggi Dewan Kemanan (DK) PBB, China menyerukan kepada PBB untuk mengubah strategi pertahanan akibat berubahnya situasi Timur Tengah dan juga Afrika Utara.

China sebagai salah satu dari lima negara anggota tetap DK PBB melalui utusannya, Li Baodong mengatakan perubahan situasi yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara berdampak sangat besar terhadap masalah politik dan ekonomi dunia.

Pertumbuhan ekonomi dunia sulit diciptakan tanpa stabilitas dan pembangunan di kawasan.

"Untuk menangani perubahan yang terjadi di Timut Tengah dan Afrik Utara, kita harus terlibat lebih dalam, berfikir secara rasional dan mengadopsi sebuah pendekatan komperhensif dan terintegrasi dalam rangka menciptakan stabilitas dan perdamaian dikawasan serta memenuhi tuntutan rakyat dengan cara yang lebih baik dan tertib," ungkap Baodong seperti dikutip dalam Xinhua Selasa (13/3/2012).

Masyarakat Internasional menurut Baodong seharusnya memberikan bantuan yang bersifat konstruktif melalui cara-cara politik, sejauh yang diminta oleh negara yang sedang bermasalah.

"Kita harus menghormati hak mereka untuk mengelola urusan internal mereka dalam menghadapi tuntutan dan juga aspirasi rakyat tentang perubahan sistem politik dan juga pengembangan negara," paparnya.

Melalui Baodong, China berusaha meyakinkan bahwa PBB dan masyarakat Internasional harus bertindak sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam piagam PBB serta mematuhi norma-norma mendasar yang mengatur hubungan internsional. Seperti menghormati kedualan negara, kemerdekaan, persatuan dan keutuhan negara di wilayah di kawasan tersebut.

"Isu yang berkembang di Timur Tengah seharusnya di atasi oleh orang-orang yang berada di Timur Tengah. Masa depan dan juga nasib mereka ada di tangan mereka," tegas Baodong

China menentang upaya penyelesaian masalah internal dengan mengunakan intervensi asing yang mengatas namakan hak asasi manusia, apalagi demi mendorong terjadinya sebuah perubahan rezim pemerintah, sanksi internsional dan ancaman bukanlah sebuah tindakan yang patut diputuskan oleh masyarakat internasional dalam rangka menyelesaikan masalah.

China juga meminta PBB untuk serius mengimplementasikan tuntas sebuah resolusi, jangan sampai resolusi dijadikan sebuah alat oleh pihak tertentu.

Sambil merujuk ke upaya perundingan Palestina dan Israel yang dilakukan oleh negara kuartet dengan PBB, UN, dan juga beberapa negara Barat Baodong mengatakan bahwa semakin kuat turbebulensi yang terjadi di Timur Tengah maka diperlukan upaya ekstara dalam proses diplomasi.(azh)

()
Berita Terkini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
30 menit yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
1 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
2 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
2 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
4 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved