Penembak warga Afghanistan terancam hukuman mati

Selasa, 13 Maret 2012 - 17:28 WIB
Penembak warga Afghanistan...
Penembak warga Afghanistan terancam hukuman mati
A A A
Sindonews.com - Tentara Amerika Serikat (AS) yang menembak 16 orang warga hingga tewas saat bertugas di Afghanistan terancam hukuman mati. Ancaman itu akan dikenakan jika yang bersangkutan terbukti bersalah.

Hal itu diungkapkan Kepala Pertahanan Amerika Serikat (AS) Leon Panetta, dalam perjalanan menuju Kyrgystan, Afghanistan.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, melalui juru bicara Brigadir Jenderal Carsten Jacobson, para pemimpin North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang mengepalai misi pasukan perdamaian International Security Assistance Force (ISAF) berjanji untuk melakukan penyelidikan secara cepat dan menyeluruh untuk semua anggota pasukan Amerika Serikat, demi menuntaskan insiden ini.

"ISAF menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam dan juga mengucapkan belasungkawa kepada semua keluarga korban, dengan penuh hormat kami memohon kepada semua warga Afghanistan untuk memberikan kami waktu untuk melakukan penyelidikan secara cepat dan menyeluruh," ungkap Carsten seperti dikutip dalam Xinhua, Selasa (13/3/2012).

Juru bicara ISAF mengatakan bahwa aksi penyerangan ini bukanlah sebuah aksi balasan atas insiden penembakan enam agen ISAF yang terbunuh akibat ricuh aksi pembakaran Alquran pada pertengahan Februari lalu di basis militer AS di Bagram.

"Penyelidikan sedang dilakukan, kami belum bisa memberikan rincian tentang sanksi yang akan dijatuhkan, yang pasti status hukum tersangka diatur secara teknis dalam perjanjian militer Afganistan dan masyarakat internasional," ujar juru bicara ISAF.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama mengatakan insiden ini merupakan sebuah aksi yang terisolasi. Selain itu insiden ini tidak akan mengubah keputusan AS untuk menarik mundur pasukan NATO dari Afghanistan pada 2014.

Insiden penembakan 16 orang warga sipil Afghanistan dilakukan oleh seorang tentara AS berpangkat sersan pada Minggu 11 Maret 2012, 00.03 waktu setempat. Dia keluar dari markasnya kemudian berjalan ke Desa Alkozai dan Najeeban yang hanya berjarak 500 meter dari markasnya.

Sersan ini kemudian melakukan aksi penembakan terhadap tiga rumah. Ia kembali ke markas setelah melakukan aksi brutalnya.

Seperti diberitakan dalam Assosiated Press, tentara tersebut dikabarkan bernama Lewis-McChord (38). Ia berasal dari Washington, menikah, dan memiliki dua anak. Ini merupakan pertama kalinya ia bertugas di Afghanistan.(azh)

()
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
6 jam yang lalu
Infografis
Marwah Piala Dunia 2026...
Marwah Piala Dunia 2026 Terancam, 5 Negara Berpotensi Absen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved