Antisipasi penyerangan, AS ancam warganya

Selasa, 06 Maret 2012 - 11:32 WIB
Antisipasi penyerangan,...
Antisipasi penyerangan, AS ancam warganya
A A A
Sindonews.com - Mengantisipasi sebuah ancaman, pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak segan-segan membunuh warganya sendiri jika melakukan rencana penyerangan terhadap negaranya sendiri.

Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan bahwa hal ini merupakan antisipasi pertama kalinya dalam sejarah AS. Warga AS yang tinggal di luar negeri sah ditetapkan sebagai target ancaman jika berencana melakukan penyerangan yang mematikan.

Berbicara dalam sebuah sekolah Hukum Northwestern di Chicago, Holder mengatakan bahwa pengunaan kekuatan dibenarkan dalam hukum perang untuk melawan sebuah ancaman. Tetapi dalam situasi perang, meminta izin kepada pengadilan untuk melaksanakan perang dinilai sebagai sebuah tindakan yang tidak praktis. Karena pemerintah di desak untuk bertindak cepat.

"Pejabat militer dan sipil sering kali dituntut untuk membuat sebuah keputusan dalam wakut cepat tentunya dengan berbagai pertimbangan seperti kepentingan di balik ancaman tersebut. Pilihan alternatif mempertimbangkan besarnya kerusakan dan berbagi penilaian lain yang menjadi pertimbangan perang," ungkap Holder seperti dikutip dalam BBC.co.uk Selasa (6/3/2012)

Holder mengatakan, ketika seorang warga AS memutuskan untuk melawan negara ini, misalnya bergabung dengan teroris maka pemerintah AS harus menghentikan aksi mereka sesuai dengan aturan yang berlaku dalam konstitusi.

Sebelumnya, Kelompok liberal mengkritik pemeritahan AS pada tahun 2011 karena telah membunuh seorang ulama kelahiran AS Anwar al-Awlaki pada bulan September 2011.

Holder mengatakan bahwa pembunuhan tersebut legal karena kondisi As saat itu berada dalam keadaan perang, dalam situasi perang persetujuan pengadilan tidak diperlukan.(azh)
()
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
1 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
4 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
5 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
6 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
7 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved