Menlu Inggris dinilai bicara tanpa fakta
Senin, 27 Februari 2012 - 18:28 WIB
Menlu Inggris dinilai bicara tanpa fakta
A
A
A
Sindonews.com - Seorang wartawan Inggris mengkritik sikap Menteri Luar Inggris William Hague ketika memberikan komentar terhadap program nuklir Iran.
Seperti dilansir dalam mingguan Al-Ahram, seorang yang biasa mengisi kolum di Al-Ahram, Steward Littlewood mengatakan, Hague berbicara tanpa fakta. Sebelumnya Hague mengatakan, program pengayaan nuklir Iran mengarah pada pembuatan bom nuklir, namun apa yang dia katakan tanpa disertakan dokumen konkret.
Dalam tulisanya Littlewood, mengkritik sikap Hague terhadap Iran. Sementara itu, Isreal yang jelas-jelas memiliki pengayaan nuklir dan menciptakan instabilitas di timur Tengah tidak mendapat teguran sanksi atau apa pun.
Isreal adalah negara keempat yang mengembangkan tenaga nuklir untuk pembuatan bom, dan satu-satunya negara pembuat nonnuklir di kawasan Timur Tengah. Tidak ada satu pun politikus Inggris yang berani membicarakan Isreal dalam pertemuan formal mereka.
Sebagai satu-satunya negara yang memiliki pengelolaan nuklir di Timur Tengah, Isreal bukanlah negara anggota Non-Proliferation Treaty (NPT), sementara Iran adalah negara anggota NPT.
"Sulit untuk menyadari bahwa sikap offensif Hague terhadap Iran, menguntungkan kepentingan nasional Inggris atau dari negara lain," ungkap Littlewood seperti dikutip dalam IRNA Senin (27/2/2012).
Menteri Luar Negeri Inggris dan Perdana Menteri Inggris adalah dua pihak yang paling vokal mendukung invasi terhadap nuklir Iran. Sementara banyak masyarakat internasional menyadari bahwa penyerangan terhadap fasilitas nuklir Iran memiliki konsekuensi negatif. Sikap kedua orang petinggi Inggis ini bisa mendiskreditkan Inggris di mata dunia.(azh)
Seperti dilansir dalam mingguan Al-Ahram, seorang yang biasa mengisi kolum di Al-Ahram, Steward Littlewood mengatakan, Hague berbicara tanpa fakta. Sebelumnya Hague mengatakan, program pengayaan nuklir Iran mengarah pada pembuatan bom nuklir, namun apa yang dia katakan tanpa disertakan dokumen konkret.
Dalam tulisanya Littlewood, mengkritik sikap Hague terhadap Iran. Sementara itu, Isreal yang jelas-jelas memiliki pengayaan nuklir dan menciptakan instabilitas di timur Tengah tidak mendapat teguran sanksi atau apa pun.
Isreal adalah negara keempat yang mengembangkan tenaga nuklir untuk pembuatan bom, dan satu-satunya negara pembuat nonnuklir di kawasan Timur Tengah. Tidak ada satu pun politikus Inggris yang berani membicarakan Isreal dalam pertemuan formal mereka.
Sebagai satu-satunya negara yang memiliki pengelolaan nuklir di Timur Tengah, Isreal bukanlah negara anggota Non-Proliferation Treaty (NPT), sementara Iran adalah negara anggota NPT.
"Sulit untuk menyadari bahwa sikap offensif Hague terhadap Iran, menguntungkan kepentingan nasional Inggris atau dari negara lain," ungkap Littlewood seperti dikutip dalam IRNA Senin (27/2/2012).
Menteri Luar Negeri Inggris dan Perdana Menteri Inggris adalah dua pihak yang paling vokal mendukung invasi terhadap nuklir Iran. Sementara banyak masyarakat internasional menyadari bahwa penyerangan terhadap fasilitas nuklir Iran memiliki konsekuensi negatif. Sikap kedua orang petinggi Inggis ini bisa mendiskreditkan Inggris di mata dunia.(azh)
()