Serangan udara di Somalia tewaskan militan al-Shabab
Sabtu, 25 Februari 2012 - 12:17 WIB
Serangan udara di Somalia tewaskan militan al-Shabab
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah serangan udara besar-besaran terjadi di wilayah kekuasaan kelompok militan Al-Shabab, di Somalia bagian Selatan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang.
Beberapa orang yang dinyatakan tewas merupakan pengunjung yang berasal dari Eropa atau Asia seprti dilansir dalam BBC.co.
Sementara, media lokal Somalia melaporkan, salah satu orang yang tewas berasal dari kelompok jihad yang Kenya.
Serangan udara tersebut menghancurkan dua buah kendaraan yang sedang melintas di wilayah yang dikenal dengan sebutan K60, di bagian selatan ibu kota Mogadhisu.
Sampai saat ini, belum diketahui siapa pemilik pesawat yang melakukan serangan udara ini.
Baru-baru ini kelompok militan Al-Shabab mengumumkan bahwa mereka telah bergabung dengan al-Qaeda, dan telah memiliki 200 orang pejuang asing.
Wartawan BBC, Mohamed Dhore mengatakan bahwa ledakan tersebut lebih besar dari ledakan yang pernah dilakukan oleh pasukan Kenya yang baru baru ini telah pindah basis ke Somalia Selatan untuk mengatasi kelompok militan al-Shabab. Sementara, saksi mata mengatakan bahwa ledakan tersebut terdengar sampai 150 kilometer.
"Serangan udara terakhir dilakukan oleh Amerika Serikat, kepada kelompok militan al-Qaeda di Somalia, yang memiliki basis militer di Djibouti," ujar Dhore menjelaskan seperti dikutip BBC.co.id, kemarin.
Sebelumnya pada hari Kamis (23/2/2012) Perdana Menteri Somalia, Abdiweli Mohammed Ali telah memerintahkan untuk melakukan serangan udara terhadap al-Shabab, ungkap Abdiweli saat berbicara dalam sebuah konferensi internsional yang sengaja di gelar untuk mengatasi permasalah kondisi internal Somali dalam dua dekade terakhir.
Sejumlah orang dari kelompok Al-Shabab yang berada di lokasi kejadian menolak untuk memberikan komentar atas aksi penyerangan ini.(azh)
Beberapa orang yang dinyatakan tewas merupakan pengunjung yang berasal dari Eropa atau Asia seprti dilansir dalam BBC.co.
Sementara, media lokal Somalia melaporkan, salah satu orang yang tewas berasal dari kelompok jihad yang Kenya.
Serangan udara tersebut menghancurkan dua buah kendaraan yang sedang melintas di wilayah yang dikenal dengan sebutan K60, di bagian selatan ibu kota Mogadhisu.
Sampai saat ini, belum diketahui siapa pemilik pesawat yang melakukan serangan udara ini.
Baru-baru ini kelompok militan Al-Shabab mengumumkan bahwa mereka telah bergabung dengan al-Qaeda, dan telah memiliki 200 orang pejuang asing.
Wartawan BBC, Mohamed Dhore mengatakan bahwa ledakan tersebut lebih besar dari ledakan yang pernah dilakukan oleh pasukan Kenya yang baru baru ini telah pindah basis ke Somalia Selatan untuk mengatasi kelompok militan al-Shabab. Sementara, saksi mata mengatakan bahwa ledakan tersebut terdengar sampai 150 kilometer.
"Serangan udara terakhir dilakukan oleh Amerika Serikat, kepada kelompok militan al-Qaeda di Somalia, yang memiliki basis militer di Djibouti," ujar Dhore menjelaskan seperti dikutip BBC.co.id, kemarin.
Sebelumnya pada hari Kamis (23/2/2012) Perdana Menteri Somalia, Abdiweli Mohammed Ali telah memerintahkan untuk melakukan serangan udara terhadap al-Shabab, ungkap Abdiweli saat berbicara dalam sebuah konferensi internsional yang sengaja di gelar untuk mengatasi permasalah kondisi internal Somali dalam dua dekade terakhir.
Sejumlah orang dari kelompok Al-Shabab yang berada di lokasi kejadian menolak untuk memberikan komentar atas aksi penyerangan ini.(azh)
()