Lagi, biksu Tibet bakar diri

Sabtu, 18 Februari 2012 - 12:40 WIB
Lagi, biksu Tibet bakar...
Lagi, biksu Tibet bakar diri
A A A
Sindonews.com - Seorang biksu Tibet tewas setelah menyulut tubuhnya dengan api pada Jumat 17 Februari kemarin. Biksu yang tewas tersebut diketahui sebagai biksu yang cukup memiliki pengaruh kuat di Provinsi Qinghai, China.

Insiden ini menandakan bahwa wilayah China, khususnya di wilayah barat, masih diliputi masalah pertentangan yang tak kunjung usai. Biksu yang melakukan aksi nekat ini dikenal sebagai guru di biara Bongthak Ewam Tare Shedrup Dhargey Ling. Demikian diberitakan The New York Times, Sabtu (18/2/2012).

Biksu bernama Tamchoe Sangpo tersebut, juga dikenal sebagai anggota komite biara Tibet di wilayah Themcen, Provinsi Qinghai. Berdasarkan pangkat, Sangpo memegang tanggung jawab yang cukup besar di komite biara dan diakui oleh pemerintah setempat.

Insiden terakhir ini menambah jumlah biksu yang melakukan aksi bakar diri. Sebagian besar dari mereka melakukan aksinya untuk membuktikan protes terhadap Pemerintah China.

20 orang biksu tercatat tewas dalam aksi bakar diri sebagai bentuk protes tersebut. Biksu Tibet memang tidak menginginkan China menguasai wilayah mereka. Selain itu, mereka juga menginginkan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, untuk kembali ke Tibet.(azh)
()
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
29 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved