AS jatuhkan sanksi baru terhadap Iran

Selasa, 07 Februari 2012 - 11:54 WIB
AS jatuhkan sanksi baru...
AS jatuhkan sanksi baru terhadap Iran
A A A
Sindonews.com - Embargo minyak nampaknya dinggap belum cukup untuk menghentikan pengembangan nuklir Iran. Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi baru yang lebih ketat terhadap Iran.

Presiden AS Barrak Obama mengatakan, tindakan ini diambil sebagai aksi protes terhadap Iran karena negara itu terus melanjutkan pengembangan program nuklirnya.

"Kami telah memerintahkan kepada lembaga eksekutif AS untuk membekukan semua aset pemerintah Iran yang dimiliki atau diperdagangkan di AS," ungkap Obama seperti dikutip dalam ABC news Selasa (7/2/2012).

Dalam sanksi baru ini Obama juga memerintahkan untuk menutup semua transaksi perbankan dengan Bank Sentral Iran. Hal ini dilakukan sebagai aksi balasan atas klaim yang menyatakan bahwa bank sentral telah membantu pemerintah Iran untuk meringankan sanksi.

Dapartemen Keuangan AS mengatakan bahwa kedepannya Iran akan menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi yang semakin meningkat, hal ini merupakan apresiasi keprihatinan masyarakat internasional tentang program nuklirnya.(azh)
()
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
28 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved