PBB sepakati draft resolusi untuk Suriah
Jum'at, 03 Februari 2012 - 14:44 WIB
PBB sepakati draft resolusi untuk Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) perwakilan Rusia akhirnya menyetujui draft resolusi untuk Suriah.
Perwakilan Rusia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Vitaly Churkin mengatakan Anggota DK PBB akan mengirimkan draft tersebut kepada pemerintah Rusia untuk meyetujuinya.
"Kami memiliki teks yang akan kami kirimkan ke Ibu Kota dan akan menunggu hasil keputusan," ungkap Churkin setelah DK PBB mengelar pertemuan selama empat jam. Seperti dikutip dari Ria novosti, Jumat (3/2/2012).
Churkin menekankan bagaimanapun, kesepakatan resolusi tersebut bukan sebuah takdir yang dapat menutup semua jalan.
Sementara, media barat melaporkan pada hari Kamis, resolusi PBB untuk Suriah tidak kuat. Karena Rusia merasa keberatan dengan draft awal yang diajukan PBB.
Dalam draft resolusi baru ini, tidak tertulis kalimat yang menyatakan Presiden Bashar Al-Assad untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya. Kalimat ini merupakan bagian penting dari rencana Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.
Rusia merupakan pendukung setia Presiden Assad selama 10 bulan bentrokan berdarah di Suriah. Rusia tidak sendiri, China mendukung Rusia untuk melakukan veto draft resolusi yang disusun oleh Eropa pada bulan Oktober 2011.
Akibat bentrokan berdarah di Suriah yang telah berlangsung selama sepuluh bulan, setidaknya 5.400 orang dinyatakan tewas akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh tentara militer Suriah.
Namun pihak berwenang menyangkal aksi ini, dengan menuduh Alqaeda berada di balik pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok kekerasan. Pemerintah Suriah mengklaim 2.000 orang dari pasukan militernya tewas oleh kelompok kekerasan tersebut.(azh)
Perwakilan Rusia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Vitaly Churkin mengatakan Anggota DK PBB akan mengirimkan draft tersebut kepada pemerintah Rusia untuk meyetujuinya.
"Kami memiliki teks yang akan kami kirimkan ke Ibu Kota dan akan menunggu hasil keputusan," ungkap Churkin setelah DK PBB mengelar pertemuan selama empat jam. Seperti dikutip dari Ria novosti, Jumat (3/2/2012).
Churkin menekankan bagaimanapun, kesepakatan resolusi tersebut bukan sebuah takdir yang dapat menutup semua jalan.
Sementara, media barat melaporkan pada hari Kamis, resolusi PBB untuk Suriah tidak kuat. Karena Rusia merasa keberatan dengan draft awal yang diajukan PBB.
Dalam draft resolusi baru ini, tidak tertulis kalimat yang menyatakan Presiden Bashar Al-Assad untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya. Kalimat ini merupakan bagian penting dari rencana Liga Arab untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah.
Rusia merupakan pendukung setia Presiden Assad selama 10 bulan bentrokan berdarah di Suriah. Rusia tidak sendiri, China mendukung Rusia untuk melakukan veto draft resolusi yang disusun oleh Eropa pada bulan Oktober 2011.
Akibat bentrokan berdarah di Suriah yang telah berlangsung selama sepuluh bulan, setidaknya 5.400 orang dinyatakan tewas akibat aksi kekerasan yang dilakukan oleh tentara militer Suriah.
Namun pihak berwenang menyangkal aksi ini, dengan menuduh Alqaeda berada di balik pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok kekerasan. Pemerintah Suriah mengklaim 2.000 orang dari pasukan militernya tewas oleh kelompok kekerasan tersebut.(azh)
()