Korsel gelar latihan militer di perbatasan
Jum'at, 27 Januari 2012 - 15:36 WIB
Korsel gelar latihan militer di perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) kemarin melakukan latihan di dekat perbatasan antara Korsel dan Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) atau sering disebut Korea Utara (Korut).
Latihan ini merupakan latihan pertama yang digelar oleh Korsel sejak kematian pemimpin Korut Kim Jong Il.
Seperti dikutip China daily, Jumat (27/1/2012), pasukan Angkatan Laut Korsel ditempatkan di perbatasan Yeonpyeong dan Baengnyeong. Pejabat militer mengatakan dalam latihan ini setiap dua jam sekali tank Thunder K9 dan Meriam Vulcan melontarkan ledakan.
Suara tembakan yang sama pernah terdengar pada 2010, saat Korsel melangsungkan latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat. Akibat aksi ini, militer Korut terprovokasi untuk berlayar ke kepulauan Yeonpyeong, dalam aksi pertempuran di laut tersebut setidaknya empat tentara Korsel dilaporkan tewas.
Akibat insiden yang terjadi di wilayah perbatasan kedua negara ini hubungan RDPK dan Korsel merenggang.
RDPK menolak mengakui perbatasan Laut Kuning sebagai Garis Batas Utara. Di lokasi ini perang sangat mudah meluap, semenjak pasukan PBB ditarik pada tahun 1950-1953 setelah kesepakatan gencatan senjata perang Korea ditandatangani.(azh)
Latihan ini merupakan latihan pertama yang digelar oleh Korsel sejak kematian pemimpin Korut Kim Jong Il.
Seperti dikutip China daily, Jumat (27/1/2012), pasukan Angkatan Laut Korsel ditempatkan di perbatasan Yeonpyeong dan Baengnyeong. Pejabat militer mengatakan dalam latihan ini setiap dua jam sekali tank Thunder K9 dan Meriam Vulcan melontarkan ledakan.
Suara tembakan yang sama pernah terdengar pada 2010, saat Korsel melangsungkan latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Amerika Serikat. Akibat aksi ini, militer Korut terprovokasi untuk berlayar ke kepulauan Yeonpyeong, dalam aksi pertempuran di laut tersebut setidaknya empat tentara Korsel dilaporkan tewas.
Akibat insiden yang terjadi di wilayah perbatasan kedua negara ini hubungan RDPK dan Korsel merenggang.
RDPK menolak mengakui perbatasan Laut Kuning sebagai Garis Batas Utara. Di lokasi ini perang sangat mudah meluap, semenjak pasukan PBB ditarik pada tahun 1950-1953 setelah kesepakatan gencatan senjata perang Korea ditandatangani.(azh)
()