BDF sukses jadi ikon demokrasi
Rabu, 07 Desember 2011 - 10:24 WIB
BDF sukses jadi ikon demokrasi
A
A
A
Sindonews.com-Bali Democracy Forum BDF bisa disebut sukses menjadi ajang wacana demokrasi dunia. Antusiasme demokrasi terlihat dari negara partisipasi dari tahun ke tahun.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu Duta Besar AM Fachir mengatakan, delapan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan beserta 22 menteri dari 39 negara peserta dan 41 peninjau akan hadir dalam BDF IV. Perhelatan ini akan berlangsung di Nusa Dua, Bali mulai 8 hingga 9 Desember 2011.
Sebelumnya pada BDF III, pertemuan ini dihadiri oleh 71 negara dan peninjau, dengan empat Kepala Negara/Pemerintahan, 18 menteri, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sedangkan kegiatan BDF I tahun 2008 dihadiri oleh 40 negara peserta dan peninjau, sedangkan BDF II tahun 2009 dihadiri oleh 48 negara peserta dan peninjau.
“BDF semakin menjadi ikon dari promosi nilai-nilai demokrasi di kawasan,” ucap Fachir dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (7/12/2011).
Pertemuan BDF tersebut mengusung tema “Peningkatan Partisipasi Demokratis dalam Suatu Dunia yang Berubah: Merespons Suara-Suara Demokratis”. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membuka BDF IV ini
Sedangkan pada hari kedua, negara-negara peserta akan bertukar pandangan dalam dua sesi interaktif mengenai “Kemampuan Negara Merespons Suara Demokratis" dan "Memastikan Cukup Ruang untuk Partisipasi Masyarakat Madani."
Dalam pertemuan yang diketuai bersama oleh Presiden SBY dan PM Bangladesh Sheikh Hasina Wajed itu, negara peserta diharapkan dapat menyepakati Chairman’s Statement. Sejumlah rekomendasi dan pedoman bagi program-program kerja sama regional mengenai demokrasi di 2012 akan tercermin dalam dokumen tersebut.
Sebelumnya, Kemlu akan menggelar lokakarya bertema “Peran Masyarakat Sipil dan Media Sosial dalam Partisipasi Berdemokrasi” hari ini. Para pakar, akademisi, dan sejumlah insan media nasional dan asing akan hadir dan bertukar pikiran pada kesempatan tersebut.
Beberapa narasumber di antaranya adalah Azyumardi Azra, Dewi Fortuna Anwar, dan I Ketut Putra Erawan.
“Lokakarya ini diharapkan membuka ruang bagi dialog dan proses diseminasi informasi kepada masyarakat luas mengenai BDF, sebagai platform diskusi regional tentang perkembangan demokrasi di kawasan,” tutur Fachir.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kemlu Duta Besar AM Fachir mengatakan, delapan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan beserta 22 menteri dari 39 negara peserta dan 41 peninjau akan hadir dalam BDF IV. Perhelatan ini akan berlangsung di Nusa Dua, Bali mulai 8 hingga 9 Desember 2011.
Sebelumnya pada BDF III, pertemuan ini dihadiri oleh 71 negara dan peninjau, dengan empat Kepala Negara/Pemerintahan, 18 menteri, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya. Sedangkan kegiatan BDF I tahun 2008 dihadiri oleh 40 negara peserta dan peninjau, sedangkan BDF II tahun 2009 dihadiri oleh 48 negara peserta dan peninjau.
“BDF semakin menjadi ikon dari promosi nilai-nilai demokrasi di kawasan,” ucap Fachir dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Rabu (7/12/2011).
Pertemuan BDF tersebut mengusung tema “Peningkatan Partisipasi Demokratis dalam Suatu Dunia yang Berubah: Merespons Suara-Suara Demokratis”. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membuka BDF IV ini
Sedangkan pada hari kedua, negara-negara peserta akan bertukar pandangan dalam dua sesi interaktif mengenai “Kemampuan Negara Merespons Suara Demokratis" dan "Memastikan Cukup Ruang untuk Partisipasi Masyarakat Madani."
Dalam pertemuan yang diketuai bersama oleh Presiden SBY dan PM Bangladesh Sheikh Hasina Wajed itu, negara peserta diharapkan dapat menyepakati Chairman’s Statement. Sejumlah rekomendasi dan pedoman bagi program-program kerja sama regional mengenai demokrasi di 2012 akan tercermin dalam dokumen tersebut.
Sebelumnya, Kemlu akan menggelar lokakarya bertema “Peran Masyarakat Sipil dan Media Sosial dalam Partisipasi Berdemokrasi” hari ini. Para pakar, akademisi, dan sejumlah insan media nasional dan asing akan hadir dan bertukar pikiran pada kesempatan tersebut.
Beberapa narasumber di antaranya adalah Azyumardi Azra, Dewi Fortuna Anwar, dan I Ketut Putra Erawan.
“Lokakarya ini diharapkan membuka ruang bagi dialog dan proses diseminasi informasi kepada masyarakat luas mengenai BDF, sebagai platform diskusi regional tentang perkembangan demokrasi di kawasan,” tutur Fachir.
()